Kalau dengar Jawa Timur, yang kepikiran pasti industri, pabrik, dan sawah padi. Jarang yang kepikiran kelapa. Padahal bosku, Jatim itu peringkat 3 nasional penghasil kelapa terbesar di Indonesia, di bawah Riau dan Sulawesi.
Tahun 2022 saja Jatim menghasilkan 235.020 ribu ton kelapa dari 29 kabupaten. Angka yang besar, dan semua dikelola petani rakyat, bukan perusahaan besar. Kelapa ini dijuluki tree of life, pohon kehidupan, karena semua bagiannya laku: buah, kopra, minyak, sabut, sampai batok.
Sumenep juara penghasil kelapa terbesar di Jawa Timur dengan 46 ribu ton,disusul Banyuwangi dan Blitar. Malang hanya peringkat 7.
Yang bikin kaget, banyak orang mengira Malang itu raja kelapa di Jatim karena kebunnya luas. Ternyata salah! Malang cuma peringkat 7 dan produksinya malah turun drastis. Juara 1 nya malah dari Madura. Penasaran daerah mana saja yang jadi lumbung kelapa Jatim? Ini daftar resmi dari BPS Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2023.
10 Daerah Penghasil Kelapa Terbesar di Jawa Timur (Data 2022)
1. Kabupaten Sumenep - 46.214 Ton (Juara Tak Terkalahkan!)
Luas lahan 46.518 hektar. Ini rajanya kelapa Jatim, bosku. Sumenep di ujung Madura memang surganya kelapa. Hampir tiap rumah punya pohon kelapa. Produksinya naik dari tahun 2021 (45.583 ton). Karena di Sumenep banyak varietas kelapa unik yang tidak ada di tempat lain. Kalau mau cari bibit kelapa bagus, ke Sumenep.
2. Kabupaten Banyuwangi - 34.996 Ton
Luas lahan 34.647 hektar. Ujung timur Jawa, pesisirnya panjang, cocok buat kelapa. Tapi produksinya turun dikit dari 2021 (35.244 ton). Banyuwangi ini sentra kopra juga, banyak pengepul kopra besar.
3. Kabupaten Blitar - 21.185 Ton
Luas lahan 20.452 hektar. Naik dari 2021. Blitar yang terkenal penghasil telur dan buah, ternyata kelapanya juga top 3. Banyak di daerah selatan Blitar yang pesisir.
4. Kabupaten Pacitan - 20.426 Ton
Luas lahan 20.126 hektar. Pacitan kota 1001 goa, pantai-pantainya ditumbuhi kelapa. Turun dari 20.926 ton di 2021, tapi masih top 5.
5. Kabupaten Tulungagung - 13.540 Ton
Luas lahan 13.542 hektar. Naik dari 12.848 ton. Tulungagung naik daun, perluasan lahan berhasil.
6. Kabupaten Jember - 13.348 Ton
Luas lahan 12.662 hektar. Jember yang terkenal tembakau dan kakao, ternyata kelapanya juga banyak, terutama di Kecamatan Wuluhan pesisir selatan. Turun dikit dari 13.784 ton.
7. Kabupaten Malang - 13.004 Ton
Luas lahan 12.875 hektar. Ini yang bikin kaget, bosku. Malang yang digadang-gadang jadi raja kelapa, ternyata peringkat 7 dan anjlok 2.667 ton dari 2021 (15.671 ton). Lahan naik tapi produksi turun, berarti perawatan kurang atau pohon sudah tua.
8. Kabupaten Trenggalek - 11.024 Ton
Luas lahan 11.025 hektar. Stabil, cuma turun 1 ton dari tahun lalu. Pesisir Trenggalek memang banyak kelapa.
9. Kabupaten Lumajang - 8.329 Ton
Luas lahan 8.150 hektar. Naik dari 8.239 ton. Lumajang selain pisang dan salak, kelapanya juga lumayan.
10. Kabupaten Kediri - 6.312 Ton
Luas lahan 6.214 hektar. Peringkat 10, turun dari 6.416 ton. Kediri lebih fokus ke tebu dan padi, kelapa cuma sampingan.
Kenapa Gresik Tidak Masuk 10 Besar?
Banyak yang tanya, Gresik kan pesisir, kok tidak masuk? Jawabannya: Gresik fokus ke industri dan tambak, bukan perkebunan kelapa rakyat luas. Pohon kelapa di Gresik ada, tapi tidak seluas di Madura atau Banyuwangi yang memang perkebunan rakyatnya ribuan hektar.
Justru itu peluang buat warung kita, bosku. Karena Gresik bukan penghasil, harga kelapa di Gresik lebih mahal daripada di Sumenep. Kalau bisa kulak kopra atau kelapa dari Sumenep, jual di Gresik, untungnya lumayan. Kelapa tua di Gresik sekarang Rp 8.000-10.000 per biji, di Sumenep mungkin Rp 5.000.
Peluang Bisnis dari Daftar Ini
- Jual Bibit: Sumenep punya banyak varietas kelapa genjah dan dalam yang bagus. Bisa jadi reseller bibit.
- Jual Kopra & Minyak: Banyuwangi dan Sumenep sentra kopra. Warung bisa jual minyak kelapa murni (VCO) yang lagi tren sehat.
- Jual Sabut & Batok: Sabut kelapa buat media tanam, batok buat arang dan kerajinan, laku di kota.
- Es Degan: Paling gampang, jual es degan. Modal kelapa muda Rp 7 ribu, jual Rp 15 ribu, untung 8 ribu per biji. Kalau daerahmu bukan penghasil, es degan jadi barang mewah yang dicari.
Penutup dari Warung Gresik
Aku baru tahu ternyata raja kelapa Jatim itu Sumenep, bukan Malang. Pantesan kalau ke Madura, sepanjang jalan pohon kelapa semua, rembuyung, rindang. Beda sama Gresik yang isinya pabrik.
Dari daftar ini aku belajar, bosku. Rezeki itu ada di pesisir juga. Tidak harus jadi pegawai pabrik. Petani kelapa di Sumenep dengan lahan 2 hektar bisa hidup layak, karena kelapa itu tree of life, semua laku. Buahnya jadi santan, kopra jadi minyak, sabut jadi pot, batok jadi arang.
Di warungku, kelapa tua selalu ada stok. Buat ibu-ibu yang mau bikin santan opor atau rendang. Kadang aku titip kulak dari teman di Pacitan, lebih murah. Jadi walau Gresik bukan penghasil, warung tetap bisa jual hasil daerah lain. Itu namanya dagang, bosku, menghubungkan yang punya dengan yang butuh.
Disclaimer Data
Data 10 kabupaten penghasil kelapa terbanyak di Jawa Timur ini diambil dari buku Provinsi Jawa Timur Dalam Angka 2023 yang diterbitkan BPS, dirangkum oleh inNalar.com, data produksi tahun 2022. Angka bisa berubah di tahun 2024-2026. Jawa Timur memiliki 29 kabupaten dan 9 kota, total produksi 2022 sebesar 235.020 ribu ton, turun dari 237.677 ribu ton di 2021. Penulis adalah penjaga warung kelontong di Gresik, bukan petugas BPS, hanya merangkum data agar mudah dipahami masyarakat.
Kamus Kecil
1. Tree of Life: Julukan kelapa, pohon kehidupan karena semua bagian bermanfaat.
2. Kopra: Daging kelapa yang dikeringkan, bahan baku minyak kelapa.
3. VCO: Virgin Coconut Oil, minyak kelapa murni yang sehat.
4. Degan: Kelapa muda dalam bahasa Jawa.
5. BPS: Badan Pusat Statistik, lembaga resmi data Indonesia.