Di warungku Gresik, bosku, kalau ngomong gas, orang langsung ingat Aceh, ingat Bontang Kalimantan Timur. Soalnya dulu zaman TVRI, iklannya "Gas Arun Aceh" dan "Badak Bontang".
Tapi data terbaru 2026 dari Kementerian ESDM bikin kaget, bosku. Daerah penghasil terbesar gas alam di Indonesia sekarang bukan Aceh lagi, bukan Kalimantan Timur lagi.
Nomor 1 adalah MALUKU! Dengan cadangan 13.988 Triliun Kaki Kubik (TCF)!
Maluku yang selama ini kita kira cuma penghasil pala dan cengkeh, ternyata di bawah lautnya ada harta gas terbesar di Indonesia.
5 Daerah Penghasil Terbesar Gas Alam di Indonesia 2026 (Data ESDM Terbaru)
1. MALUKU - 13.988 TCF - Raja Baru Gas Indonesia:
Maluku menempati peringkat pertama sebagai daerah dengan cadangan gas alam terbukti terbesar di Indonesia. Cadangan tersebar di Pulau Seram, Maluku Utara, Maluku Tenggara, Maluku Tengah. Tahun 2023 SKK Migas menemukan cadangan baru di Wilayah Kerja Seram Non-Bula, Desa Seti, Kecamatan Seram Utara Timur Seti. Potensinya gila, bosku, tapi belum banyak diolah, masih di laut dalam. Kalau diolah, Maluku bisa jadi seperti Qatar-nya Indonesia.
2. PAPUA (Khususnya Papua Barat) - 11.447 TCF - Kilang Tangguh LNG:
Papua Barat pusatnya di Teluk Bintuni. Di sini ada proyek Tangguh LNG yang dioperasikan BP Berau Ltd, sudah beroperasi sejak 2009, jadi lumbung LNG terbesar Indonesia. Daerah lain: Sorong, Babo, Klamono. Gas Papua ini yang diekspor ke Jepang, Korea, China, hasilnya miliaran dolar, tapi sayang, jalan di sekitar Bintuni masih banyak yang belum aspal. Gasnya keluar, tapi listrik di kampung masih byar-pet.
3. NATUNA (Kepulauan Riau) - 4.187 TCF - Gas di Laut Sengketa:
Natuna di Kepulauan Riau, di Laut Natuna Utara. Cadangannya ada di Blok Natuna D-Alpha, salah satu cadangan gas terbesar di dunia tapi kandungan CO2-nya tinggi 70%, jadi susah diolah, butuh teknologi mahal. Letaknya strategis, dekat dengan Laut China Selatan, jadi nilai geopolitiknya tinggi. Gasnya banyak, tapi dijaga TNI AL terus.
4. KALIMANTAN TIMUR - 2.684 TCF - Legenda Bontang:
Ini yang paling terkenal, bosku. Kota Bontang punya kilang LNG terbesar di dunia yang dikelola PT Badak NGL. Dulu tahun 80-an, Bontang menyumbang 23% produksi gas nasional. Blok Mahakam, Sanga-Sanga, Balikpapan, Tarakan. Gas Kaltim ini yang bikin Bontang jadi kota terkaya, gajinya besar, tapi sekarang cadangannya mulai menipis, sudah bukan nomor 1 lagi.
5. SUMATERA SELATAN - 2.341 TCF - Gas untuk Jawa:
Pusatnya di Kabupaten Musi Banyuasin, Muara Enim, Sungai Gerong, Plaju. Gas Sumsel ini dialirkan lewat pipa ke Jawa untuk pabrik dan rumah tangga. Di Palembang, banyak rumah sudah pakai jaringan gas kota, bayar murah, tidak perlu beli tabung 3 kg lagi. Ini contoh gas untuk rakyat, bukan cuma ekspor.
Kenapa Maluku dan Papua Jadi Nomor 1, Padahal Dulu Tidak Pernah Dengar?
Dulu Aceh dan Kaltim nomor 1 karena sudah dieksplor sejak 1979 (Arun Aceh) dan 1977 (Badak Bontang). Teknologinya sudah ada, kilangnya sudah jadi.
Maluku dan Papua baru ditemukan 2000-an ke atas, dan letaknya di laut dalam, di hutan belantara, butuh uang triliunan untuk bangun kilang. Jadi cadangannya besar di atas kertas, tapi produksinya belum besar.
Ibarat warungku, bosku, di gudangku ada beras 1 ton (cadangan), tapi di etalase cuma ada 10 kg (produksi). Maluku itu gudangnya penuh, tapi etalasenya masih kosong.
Gas Alam Indonesia Untuk Siapa? Diekspor atau Untuk Rakyat?
Ini yang bikin miris, bosku.
Gas alam Indonesia itu 60% diekspor dalam bentuk LNG ke Jepang, Korea, China. Harganya mahal, negara dapat dolar.
40% untuk dalam negeri: untuk PLN (pembangkit listrik gas), untuk pabrik pupuk, untuk jaringan gas kota.
Tapi di daerah penghasil seperti Maluku dan Papua, banyak kampung belum dapat gas. Di Bontang, kota gas terbesar, masih ada yang pakai kayu bakar. Di Seram Maluku, yang di bawahnya ada gas 13.988 TCF, listrik masih pakai diesel, sering mati.
Seperti pepatah: ayam mati di lumbung padi. Tidur di atas gas, tapi masak pakai kayu.
Penutup dari Warung Gresik
Malam ini aku tulis artikel ini sambil lihat tabung gas 3 kg di warungku, harga 23 ribu, subsidi pemerintah. Gas itu dari mana? Bisa jadi dari Sumsel, bisa jadi dari Kaltim, bisa jadi dari Maluku yang belum diolah.
Daerah penghasil terbesar gas alam di Indonesia adalah Maluku, tapi Maluku bukan yang paling kaya. Yang kaya Bontang, yang kaya Aceh dulu.
Semoga gas 13.988 TCF di Maluku itu nanti tidak cuma jadi angka di laporan ESDM, tapi jadi listrik untuk anak sekolah di Seram, jadi jaringan gas untuk ibu-ibu di Ambon, jadi pabrik untuk anak muda Maluku tidak perlu merantau ke Gresik jadi kuli bangunan.
Gas alam itu harta titipan. Jangan sampai harta ada di Maluku, tapi Maluku tetap gelap.
Dan buat kita di Gresik, hemat gas, bosku. Matikan kompor kalau tidak dipakai, jangan masak air 1 panci besar cuma untuk 1 gelas kopi. Gas itu tidak bisa diperbarui, sekali habis, habis.
Disclaimer Energi
Artikel ini adalah penjelasan daerah penghasil terbesar gas alam di Indonesia berdasarkan data Kementerian ESDM Semester I 2022 dan laporan SKK Migas serta media RCTI+ (Maluku 13.988 TCF, Papua Barat 11.447 TCF, Natuna 4.187 TCF, Kalimantan Timur 2.684 TCF, Sumatera Selatan 2.341 TCF). Cadangan bisa berubah tergantung eksplorasi dan teknologi. TCF = Trillion Cubic Feet (triliun kaki kubik). Penulis adalah penjaga warung kelontong di Gresik, bukan ahli migas atau pegawai ESDM. Untuk data resmi terbaru, cek esdm.go.id atau skkmigas.go.id. Semoga energi Indonesia untuk rakyat Indonesia.
Kamus Kecil
1. TCF: Trillion Cubic Feet, satuan cadangan gas alam, triliun kaki kubik.
2. LNG: Liquefied Natural Gas, gas alam cair yang didinginkan -160 derajat biar bisa diangkut kapal.
3. Blok Mahakam / Natuna D-Alpha: Nama wilayah kerja eksplorasi gas.
4. SKK Migas: Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, yang mengatur eksplorasi.
5. Jaringan Gas Kota: Pipa gas langsung ke rumah, tidak perlu beli tabung.