7 Kota Penghasil Perak di Indonesia, Dari Tambang Sampai Kerajinan Halus

Kalau dengar kata "kota perak", banyak orang langsung mikir tambang. Padahal di Indonesia, kota penghasil perak itu ada dua jenis.

Pertama, kota tambang yang memang menghasilkan perak mentah dari dalam bumi. Kedua, kota kerajinan yang mengolah perak menjadi perhiasan, cincin, gelang, dan cinderamata bernilai tinggi.

Peta kota penghasil perak di Indonesia dari Kotagede Jogja sampai Celuk Bali dan tambang Pongkor
Dari Kotagede Jogja yang legendaris sampai Desa Celuk Bali yang mendunia, inilah 7 kota penghasil perak di Indonesia

Keduanya sama-sama penting. Tanpa tambang, nggak ada bahan baku. Tanpa pengrajin, perak cuma jadi bongkahan logam.

Nah, ini 7 kota penghasil perak paling terkenal di Indonesia yang wajib kamu tahu, apalagi kalau kamu mau jualan aksesoris perak.

A. KOTA KERAJINAN PERAK (Paling Terkenal Buat Wisata & Kulakan)

1. Kotagede, Yogyakarta - Rajanya Perak Jawa
Ini yang paling legendaris. Kotagede terletak 5 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta dan sudah terkenal sebagai kawasan wisata penghasil kerajinan perak sejak abad ke-16. Dulu Kotagede adalah ibu kota Kerajaan Mataram Islam, dan di sanalah kerajinan perak mulai muncul untuk kebutuhan kerajaan. 

Sampai sekarang, di Kotagede ada ratusan pengrajin. Hasilnya bukan cuma cincin dan kalung, tapi juga miniatur, teko, dan perhiasan filigree yang halus banget. Kalau kamu ke Jogja, belum sah kalau belum lihat langsung proses pembuatannya di Kotagede.

2. Desa Celuk, Gianyar, Bali - Pusat Perak Dunia
Kalau Kotagede rajanya di Jawa, Celuk rajanya di Bali. Desa Celuk di Sukawati, Gianyar, sudah jadi pusat kerajinan emas dan perak sejak zaman Kerajaan Sukawati. Hampir semua warga di Desa Celuk adalah pengrajin perak. 

Keunikan perak Celuk adalah desainnya yang khas Bali, detail, dan sering diekspor ke luar negeri. Bahan baku peraknya didapat dari para penambang rakyat di seluruh Indonesia. 

3. Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat
Di Sumatera, ada Koto Gadang. Sejarah kerajinan perak di Koto Gadang sangat tua dan sering disejajarkan dengan Kotagede Yogyakarta. Perak Koto Gadang terkenal dengan teknik filigree dan ukiran yang sangat rumit, biasanya dibuat menjadi perhiasan adat Minang. 

4. Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumatera Selatan
Ini sentra yang jarang orang tahu. Kerajinan emas dan perak khas Sumsel diproduksi di daerah Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir. Keahlian ini merupakan warisan dari penyebar agama Islam di sana dan ditekuni secara turun-temurun. Hasilnya banyak berupa perhiasan pengantin Palembang. 

5. Kendari, Sulawesi Tenggara & Blekonang, Gunungkidul
Dua kota ini adalah sentra kecil yang sedang naik. Di Kendari, perajin mampu membuat puluhan perhiasan perak seperti cincin dan kalung dengan alat tradisional. Sedangkan di Gunungkidul, ada Dusun Blekonang yang juga menjadi pusat kerajinan perak selain Kotagede. 

B. KOTA TAMBANG PERAK (Penghasil Bahan Baku Mentah)

Beda dengan kota kerajinan, kota tambang ini menghasilkan perak bongkahan.

6. Pongkor, Bogor, Jawa Barat
Produksi utama emas dan perak ANTAM berasal dari tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat. Kandungan perak di Pongkor bahkan 10 kali lebih banyak dibanding emasnya. Inilah lumbung perak terbesar di Pulau Jawa. 

7. Martabe, Batang Toru, Sumatera Utara
Ini tambang kelas dunia. Tambang Martabe di Sumatera Utara memiliki cadangan 31,9 juta ons perak dan sumber daya hingga 73,8 juta ons perak. Kapasitas produksinya mencapai 2-3 juta ons perak per tahun. Campuran emas-perak dari Martabe dikirim ke Jakarta untuk dimurnikan menjadi perak 99,99%. 

Selain itu, daerah penghasil perak lain sebagai produk sampingan tambang emas adalah Cikotok (Banten), Rejang Lebong (Bengkulu), dan Bolaang Mongondow (Sulawesi Utara). 

Jadi Mau Kulakan Kemana?

  • Mau kulakan perhiasan jadi untuk dijual lagi? Datang ke Kotagede Jogja atau Celuk Bali. Di sana kamu bisa pesan model custom dengan harga pengrajin.
  • Mau cari bahan baku perak batangan untuk produksi? Jalurnya dari tambang resmi seperti Pongkor dan Martabe lewat PT ANTAM Logam Mulia.

Kedua jenis kota perak ini saling melengkapi dan jadi bukti kalau Indonesia itu kaya, dari dalam bumi sampai keahlian tangannya.

RENUNGAN UNTUK KITA PENJAGA TOKO

Lihat perak Kotagede dan Celuk. Sepotong perak yang tadinya hitam, keras, nggak berharga, dipanaskan, dipukul, diukir pelan-pelan berjam-jam, akhirnya jadi cincin cantik yang harganya jutaan.

Kita yang jaga toko juga begitu. Duduk seharian, kadang sepi, kadang diomelin pembeli, kadang untung tipis. Itu proses "pemukulan" kita.

Jangan iri lihat toko orang langsung rame. Mereka juga dulu ditempa lama. Tugas kita adalah tetap di depan etalase, tetap sabar, tetap jujur. Lama-lama, kita juga akan jadi "perak" yang bernilai, bukan cuma karena dagangan kita, tapi karena mental kita yang sudah teruji.

DISCLAIMER

Artikel ini ditulis untuk tujuan informasi umum dan edukasi UMKM berdasarkan referensi terbuka. Data cadangan tambang bisa berubah sesuai laporan perusahaan. Untuk investasi perak batangan atau kerja sama tambang, silakan hubungi instansi resmi seperti PT ANTAM atau Dinas ESDM setempat. Admin bukan pedagang perak dan tidak berafiliasi dengan sentra manapun.

KAMUS KECIL

1. Filigree

Teknik kerajinan perak dengan cara melilitkan kawat perak kecil yang sangat halus hingga membentuk motif rumit seperti jaring.

2. Logam Mulia

Tempat pemurnian emas dan perak milik ANTAM di Jakarta untuk menjadikan perak dengan kemurnian 99,99%.

3. Ta Marbuthah? Bukan, ini Ta... (eh salah) - Ons Troy

Satuan berat untuk logam mulia. 1 ons troy = 31,1 gram. Cadangan perak tambang biasanya dihitung pakai satuan ini.

4. Produk Sampingan (By-Product)

Perak sering tidak ditambang sendiri, tapi ikut keluar saat menambang emas. Makanya disebut produk sampingan tambang emas.

5. Sentra Kerajinan

Daerah atau desa yang sebagian besar warganya bekerja sebagai pengrajin satu jenis produk yang sama, seperti sentra perak.