Jam 05.00 subuh warung kelontong saya di Manyar Gresik buka, lampu LED Philips 18 watt nyala. Pembeli pertama pagi ini bukan tukang bangunan yang beli kopi hitam pahit jam 6 pagi, tapi Bu Siti, "Cak, beras 5 kilo sek." Saya angkat karung 25 kilo, takar. Sambil nuang beras, saya mikir, beras ini dari mana asalnya, Boz? Kok bisa sampai Manyar?
Di karung tertulis "Beras Medium Jatim". Wah, berarti dari Jawa Timur. Saya yang jaga warung jam 05.00-22.00 iseng buka laptop Toshiba Satellite L755 yang adem diganjal tutup botol Aqua. Ternyata benar, Jawa Timur itu lumbung padi nomor 1 Indonesia.
5 lumbung padi nasional, Jawa Timur juaranya! Dari sawah inilah beras di warung Manyar berasal.
Mbah Kromo 78 tahun mantan malang (polisi desa zaman dulu, sekarang hansip) yang lagi ngopi monggo pas magrib di Toko Kito bilang, "Le, beras iku koyo timah, ono lumbunge. Nek timah lumbunge Bangka 90%, nek beras lumbunge Jawa Timur. Nek gedhogan iku omahe jaran, nek lumbung iku omahe pari. Omahe beras." Banyak, Boz, ternyata.
Diary sore ini tak tulis sebelum tutup jam 22.00. Saya rangkum 5 daerah penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia, tempat beras warung kita berasal. Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran. Manyar Gresik is Yes lah, meski di desa hehe, makannya nasi lumbung Jatim.
Isi: 5 Daerah Lumbung Padi dan Beras Terbesar di Indonesia
1. Jawa Timur - Raja Beras Nasional.
Juara 1 tidak ada lawan, Boz! Jawa Timur produksi padi sekitar 9,5 juta ton GKG per tahun (data BPS 2023-2024). Kabupaten penghasilnya: Lamongan (tetangga Gresik!), Ngawi, Bojonegoro, Jember, Tuban. Lamongan saja bisa 1 juta ton sendiri. Makanya beras di warung Manyar kebanyakan dari Lamongan-Ngawi. Dekat, ongkos murah, pulen.
2. Jawa Tengah - Lumbung Kedua.
Urutan dua ada Jawa Tengah, produksi sekitar 8,3 juta ton. Daerahnya: Grobogan, Cilacap, Sragen, Demak, Blora. Grobogan itu julukannya lumbung pangan Jateng. Berasnya terkenal bagus buat nasi goreng.
3. Jawa Barat - Ketiga, Tapi Tetap Besar.
Jawa Barat produksi sekitar 7,8 juta ton. Sentra di Indramayu, Karawang, Subang, Cirebon. Indramayu itu dulu julukannya lumbung padi nasional zaman Orde Baru. Karawang juga sama, sawahnya luas pol, irigasi Jatiluhur.
4. Sulawesi Selatan - Lumbung Dari Timur.
Ini yang bukan Jawa, Boz! Sulsel produksi sekitar 4,5 juta ton. Daerahnya: Bone, Wajo, Soppeng, Pinrang, Sidrap. Sidrap itu sampai disebut Kota Beras. Beras Sulsel pulen, dikirim ke Papua dan Kalimantan.
5. Sumatera Selatan & Lampung - Lumbung Sumatera.
Sumsel produksi 2,5 juta ton, daerahnya Banyuasin dan Ogan Komering Ilir (OKI). Lampung juga 2,3 juta ton. Dua provinsi ini yang jaga Sumatera biar tidak kekurangan beras. Sawah lebaknya luas, panen bisa 2-3 kali setahun.
Penutup: Dari Sawah Lamongan ke Warung Manyar
Jam 19.00 magrib, karung beras 25 kilo sudah tinggal setengah. Saya baru sadar, beras yang saya jual 5 kilo tadi pagi itu perjalanannya jauh. Dari sawah Lamongan, digiling, naik truk, masuk karung, sampai ke warung kelontong Manyar jam 05.00 pagi.
Kita di Manyar tidak punya sawah luas kayak Lamongan, tapi kita jadi ujung tombak penyalur beras. Warung buka jam 05.00-22.00, jual beras eceran, biar ibu-ibu bisa masak. Itu juga bagian dari rantai lumbung padi.
Ono wong moco, oleh manfaat, dadi ganjaran. Besok kalau beli beras di warung, ingat asalnya dari 5 lumbung ini. Semoga petani panennya melimpah. Aamiin.
Catatan Kamus Leluhur: Gedhogan = omahe jaran / kandang kuda, Glodhogan = kotak rumah tawon, Lumbung = omahe pari / gudang padi
Disclaimer Toko Manyar Gresik - Warung Kito: Saya bukan ahli pertanian, bukan petugas BPS. Saya hanya share artikel saja, penjaga warung kelontong di Manyar Gresik buka jam 05.00-22.00 lampu LED Philips 18 watt berharap amal jariyah. Artikel penghasil padi dan beras terbesar di Indonesia ini ada campur tangan AI untuk mengolah data, sudah saya cek dan edit sendiri. Data produksi merujuk data umum BPS 2023-2024, bisa berubah tiap tahun. Untuk data resmi cek BPS.go.id. Jika ada salah, mohon koreksi.