Kisah Inspiratif Pembuatan Payung Pertama Kali

Musim hujan memang identik dengan payung. Ternyata fungsi awalnya justru untuk melindungi dari sengatan matahari. Loh kok bisa? Simak yuk kisah penemuan payung sejak ribuan tahun yang lalu.


Payung atau umbrella dalam bahasa Inggris, berasal dari bahasa Latin "umbra" yang maknanya kurang lebih tempat berteduh. Payung ditemukan pada 4 ribu tahun yang lalu, awalnya payung kuno didesain khusus hanya untuk melindungi sang pemakai dari terik panas matahari.




Sampai akhirnya bangsa Cina berhasil membuat payung yang berfungsi juga sebagai pelindung terhadap hujan. Mereka berhasil memanfaatkan lilin sebagai pelapis kertas agar payung itu anti air.


Terisnspirasi dari anak-anak yang sedang berlindung dari hujan menggunakan daun bunga teratai, perempuan tersebut dibuatkan payung pertama.

Kisah Inspiratif Payung Pertama

Diceritakan, terdapat seorang perempuan Cina yang sangat menyayangi suaminya yang seorang ahli pertukangan. Dirinya sangat preduli dan perhatian terhadap suaminya yang pekerja keras dengan membawakan makanan setiap harinya. Namun, saat memasuki musim penghujan, suaminya merasa kasihan melihat istrinya yang kehujanan.

Terisnspirasi dari anak-anak yang sedang berlindung dari hujan menggunakan daun bunga teratai, perempuan tersebut dibuatkan payung yang terbuat dari rangka fleksibel yang ditutupi dengan kain atau kertas yang dilapisi lilin dengan tujuan agar payung tersebut tahan terhadap air.




Di negara Cina, payung bukanlah hanya dipakai sebagai pelindung dari panas dan hujan, tetapi juga memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat. Pasalnya, payung juga digunakan dalam upacara-upacara dan tata cara pejabat tinggi pemerintahan.


Payung melambangkan kekayaan dan kehormatan dan sering digunakan dalam upacar-upacara pernikahan di Cina. Selain itu, payung juga sering digunakan dalam opera, lagu dan tari serta seni akrobatik.