7 Dampak Negatif Globalisasi

Globalisasi selain sebagai peluang ternyata dapat menjadi ancaman. Sebagai contohnya, perkembangan teknologi informasi melalui peralatan canggih telah menjadikan berbagai informasi antar bangsa dapat diakses tanpa pengawasan negara.

Hal ini menjadikan suatu bangsa tidak bisa menolak nilai-nilai yang masuk ke negaranya. Nilai budaya yang masuk dan tidak sesuai dengan kepribadian bangsa bisa mengubah pola pikir dan tingkah laku masyarakat.

Bahkan akibatnya bisa berbahaya bagi suatu negara.

Bahaya yang terjadi bisa tanpa peperangan, karena cukup dengan sebaran informasi nilai-nilai negatif melalui jaringan komunikasi, suatu bangsa dapat hancur.

Selain dampak di atas, terjadi pergeseran pula dalam hal cara pemilihan barang. Produsen luar negeri lebih banyak menawarkan produknya dengan harga lebih murah sehingga otomatis melemahkan kemampuan daya saing barang produksi lokal.

Sementara, mentalitas bangsa Indonesia yang konsumtif dan mempunyai sikap bangga jika menggunakan atau mengonsumsi produk yang bermerk luar negeri.

Akibatnya, perusahaan nasional terutama pengusaha kecil dan menengah pun mengalami kebangkrutan. Apa saja dampak negatif dari globalisasi?


1. Westernisasi.

Yaitu suatu perbuatan seseorang yang mulai kehilangan nasionalisme dengan meniru atau melakukan aktivitas kebarat-baratan. Westernisasi dilakukan diantaranya dengan cara meniru gaya hidup bangsa barat seperti Eropa dan Amerika.

2. Demoralisasi.

Globalisasi yang terjadi, menjadikan paham-paham barat masuk secara leluasa ke Indonesia.

Demoralisasi adalah suatu kondisi penurunan moral bangsa akibat arus globalisasi yang semakin gencar dan tidak terkontrol serta akibat masuknya budaya barat yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Ciri dari penurunan morsl ini salah satunya ditunjukkan dari perilakunya yang bertentangan dengan niali dan norma dalam masyarakat. Misal saja sering kita jumpai pembunuhan, pencurian dan sebagainya.

3. Kesenjangan Sosial Ekonomi.

Kesenjangan sosial ekonomi adalah perbedaan yang tajam antara satu kelompok dengan kelompok lain dalam bisang sosial dan ekonomi.

Kesenjangan ini dapat terjadi karena pembangunan dan modernisasi tidak dilaksanakan secara merata dan berimbang. Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan hasil pembangunan yang diterima masyarakat belum merata.

4. Kriminalitas.

Kriminalitas adalah segala bentuk tindakan yang melanggar norma hukum. Tindakan kriminal yang dilakukan semakin bervariasi, yang seolah memanfaatkan globalisasi.

5. Pencemaran Lingkungan.

Pencemaran adalah suatu perbuatan mencemari atau membuat lingkungan menjadi tercemar. Pencemaran sendiri dapat dikelompokkan menjadi pencemaran tanah, air dan suara.

6. Kenakalan Remaja.

Kenakalan remaja disebut juga dengan vandalisme. Vandalisme merupakan salah satu gejala kenakalan remaja yang banyak ditemukan di sekitar lingkungan.

7. Individualisme yang Semakin Tinggi.

Individualisme artinya perilaku yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau tahu urusan atau kepentingan orang lain.