6 Peranan PBB bagi Indonesia

PBB singkatan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan sering disebut juga dengan UNO yang berkepanjangan United Nations Organization. PBB ini dibentuk atas prakarsa dari dua orang yaitu Franklin Delana Roosevelt yang pada waktu itu adalah Presiden Amerika Serikat dan Winston Churchill yang menjabat Perdana Menteri Inggris waktu itu.


PBB atau UNO tidak dibentuk secara serta merta begitu saja, melainkan melalui beberapa tahapan mulai dari pertemuan di Kapal Augusta di Samudera Atlantik, hingga pada tanggal 24 Oktober 1945, terbentuklah PBB ini.

Bangsa Indonesia juga ikut menjadi anggotanya walaupu beberapa saat kemudian sempat keluar dari keanggotaan karena sesuatu hal. Namun beberapa saat kemudian, Indonesia bergabung kembali dengan PBB ini.




6 Peranan PBB bagi Indonesia:


1. PBB membantu menyelesaikan perselisihan antara Indonesia dan Belanda pada masa perjuangan kemerdekaan melalui pembentukan KTN (Komisi Tiga Negara) dan United Nations Commission for Indonesia (UNCI).

2. PBB membantu menyelesaikan sengketa antara Indonesia dan Belanda mengenai masalah Irian Barat (sekarab Papua). Dalam perselisihan tersebut, PBB membentuk United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA) atau pemerintahan sementara PBB untuk Irian Barat.

3. UNICEF bekerjasama dengan Indonesia untuk mendapatkan obat-obatan dan susu. Selain itu, dibentuk pula Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) yang searah dengan kegiatan UNICEF.






4. WHO bekerjasama dengan Indonesia dalam meningkatkan kesehatan rakyat Indonesia melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan program KB melalui Badan Koordinator Keluarga Berencana (BKKBN).

5. FAO bekerjasama dengan Indonesia dalam bidang pertanian dan makanan sehingga Indonesia mampu berswasembada pangan pada tahun 1984.

6. UNESCO bekerjasama dengan Indonesia di bidang pendidikan, pengetahuan, dan kebudayaan.
Di bidang kebudayaan, misalnya pemugaran candi Borobudur dan candi Prambanan telah mendapatkan bantuan dari UNESCO.