Oleh: [Ruana Sagita]
Kerajaan Mataram Kuno merupakan salah satu peradaban terbesar dalam sejarah Nusantara. Berdiri megah di tanah Jawa antara abad ke-8 hingga ke-11 Masehi, kerajaan ini meninggalkan warisan monumental seperti Candi Borobudur dan Prambanan. Di balik kemegahan tersebut, terdapat sosok-sosok raja yang bijaksana dan berkuasa. Mari kita telusuri nama-nama raja Mataram Kuno yang pernah memimpin kerajaan ini.
Sejarah Singkat Mataram Kuno
Mataram Kuno, juga dikenal sebagai Kerajaan Medang, merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang berpusat di Jawa Tengah dan kemudian pindah ke Jawa Timur. Kerajaan ini unik karena diperintah oleh dua dinasti yang berbeda: Dinasti Sanjaya (beragama Hindu Siwa) dan Dinasti Syailendra (beragama Buddha Mahayana).
Raja-Raja dari Dinasti Sanjaya
1. Raja Sanjaya (732-760 M)
Pendiri Dinasti Sanjaya dan Kerajaan Mataram Kuno. Ia dikenal sebagai raja yang kuat dan bijaksana. Prasasti Canggal (732 M) menyebutkan bahwa Sanjaya membangun kerajaan setelah kematian Raja Sanna. Ia membangun banyak tempat suci untuk dewa Siwa.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya
2. Rakai Panangkaran (760-780 M)
Putra mahkota yang melanjutkan pemerintahan Sanjaya. Prasasti Kalasan (778 M) mencatat bahwa ia membangun Candi Kalasan untuk menghormati Dewi Tara. Menariknya, meskipun penganut Hindu, ia memberikan kebebasan beragama dan bahkan mendukung pembangunan candi Buddha.
Gelar: Sri Maharaja Dyah Pancapana Rakai Panangkaran
3. Rakai Panunggalan (780-800 M)
Melanjutkan kebijakan pendahulunya dalam menjaga stabilitas kerajaan. Masa pemerintahannya relatif damai dan makmur.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Panunggalan
4. Rakai Warak (800-820 M)
Raja yang dikenal toleran terhadap agama Buddha. Pada masanya, pengaruh Dinasti Syailendra semakin kuat di Mataram.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Warak
5. Rakai Garung (820-840 M)
Memerintah di tengah dinamika hubungan antara Sanjaya dan Syailendra. Prasasti Karangtengah menyebutkan tentang pembangunan Candi Borobudur.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Garung
6. Rakai Pikatan (840-855 M)
Salah satu raja terpenting dalam sejarah Mataram Kuno. Ia menikahi Pramodawardhani, putri dari Dinasti Syailendra, sehingga mempersatukan kedua dinasti. Bersama istrinya, ia membangun Candi Prambanan (Candi Siwa) yang megah.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Pikatan
7. Rakai Kayuwangi (855-885 M)
Putra dari Rakai Pikatan. Masa pemerintahannya ditandai dengan stabilitas dan kemakmuran. Prasasti Siwagreha menyebutkan tentang upaya memperkuat kerajaan.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Kayuwangi
8. Rakai Watuhumalang (885-898 M)
Melanjutkan tradisi leluhur dalam menjaga keharmonisan kerajaan. Informasi tentang raja ini terbatas pada beberapa prasasti.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Watuhumalang
9. Rakai Watukura Dyah Balitung (898-910 M)
Salah satu raja terbesar Mataram Kuno. Ia dikenal sebagai ahli strategi politik dan administrator ulung. Prasasti Mantyasih (907 M) yang dikeluarkannya menjadi sumber penting silsilah raja-raja Mataram. Ia memperluas wilayah kekuasaan hingga Jawa Timur.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung
10. Rakai Daksotama (910-919 M)
Keponakan Dyah Balitung yang melanjutkan pemerintahan. Masa pemerintahannya relatif singkat namun stabil.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Daksotama
11. Rakai Wawa (919-924 M)
Raja yang dikenal religius dan membangun beberapa tempat suci. Prasasti Taji menyebutkan tentang upacara keagamaan yang ia selenggarakan.
Gelar: Sri Maharaja Rakai Wawa
12. Mpu Sindok (924-929 M)
Raja terakhir Mataram Kuno di Jawa Tengah sebelum memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur (Medang Kamulan) pada 929 M. Pemindahan ini diduga karena letusan Gunung Merapi atau alasan strategis politik.
Gelar: Sri Maharaja Mpu Sindok
Raja-Raja dari Dinasti Syailendra
1. Bhanu (752-775 M)
Salah satu raja awal Dinasti Syailendra yang mulai menunjukkan pengaruh Buddha di Jawa.
Gelar: Sri Maharaja Bhanu
2. Wisnu (775-782 M)
Memulai pembangunan Candi Borobudur, salah satu keajaiban dunia. Candi ini menjadi monumen Buddha terbesar di dunia.
Gelar: Sri Maharaja Wisnu
3. Indra (782-812 M)
Melanjutkan pembangunan Borobudur dan memperkuat pengaruh Buddha Mahayana di Jawa.
Gelar: Sri Maharaja Indra
4. Samaratungga (812-833 M)
Raja terkenal yang menyelesaikan pembangunan Candi Borobudur. Ia memiliki putri bernama Pramodawardhani yang menikah dengan Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya.
Gelar: Sri Maharaja Samaratungga
5. Balaputradewa (833-850 M)
Adik Pramodawardhani yang tidak setuju dengan pernikahan sang kakak dengan raja Hindu. Ia akhirnya pindah ke Sriwijaya dan menjadi raja di sana, memperkuat hubungan Mataram-Sriwijaya.
Gelar: Sri Maharaja Balaputradewa
Sumber-Sumber Sejarah
Informasi tentang raja-raja Mataram Kuno diperoleh dari berbagai prasasti:
- Prasasti Canggal (732 M) - Pendirian kerajaan oleh Sanjaya
- Prasasti Kalasan (778 M) - Pembangunan Candi Kalasan
- Prasasti Karangtengah (824 M) - Penyebutan Borobudur
- Prasasti Mantyasih (907 M) - Silsilah raja-raja
- Prasasti Siwagreha (856 M) - Pemerintahan Rakai Kayuwangi
- Prasasti Taji (901 M) - Upacara keagamaan
Warisan dan Pengaruh
Arsitektur Megah
- Candi Borobudur - Warisan Dinasti Syailendra
- Candi Prambanan - Warisan Dinasti Sanjaya
- Candi Kalasan, Sewu, dan Plaosan
Sistem Pemerintahan
Mataram Kuno mengembangkan sistem pemerintahan yang terstruktur dengan baik, membagi wilayah menjadi rakai (wilayah otonom) yang dipimpin oleh pejabat tinggi.
Toleransi Beragama
Kerajaan ini menjadi contoh luar biasa tentang toleransi antara Hindu dan Buddha yang hidup berdampingan secara harmonis.
Fakta Menarik
- Dua Dinasti, Satu Kerajaan - Sanjaya (Hindu) dan Syailendra (Buddha) pernah berkuasa bersamaan
- Pernikahan Politik - Pernikahan Rakai Pikatan dan Pramodawardhani menyatukan kedua dinasti
- Monumen Dunia - Borobudur dan Prambanan kini menjadi Warisan Dunia UNESCO
- Migrasi Kerajaan - Pemindahan dari Jawa Tengah ke Jawa Timur mengubah sejarah Nusantara
Pelajaran dari Para Raja Mataram Kuno
Kehidupan para raja Mataram Kuno mengajarkan kita tentang:
- Kepemimpinan yang Bijaksana - Mengutamakan kesejahteraan rakyat
- Toleransi - Menghargai perbedaan agama dan budaya
- Visi Jauh ke Depan - Membangun monumen abadi untuk generasi mendatang
- Diplomasi - Menggunakan pernikahan politik untuk persatuan
Penutup
Nama-nama raja Mataram Kuno bukan sekadar deretan nama dalam prasasti. Mereka adalah arsitek peradaban yang meninggalkan warisan tak ternilai bagi Indonesia dan dunia. Dari Sanjaya hingga Mpu Sindok, setiap raja memberikan kontribusi unik yang membentuk karakter dan kejayaan Mataram Kuno.
Candi-candi megah yang masih berdiri kokoh hingga kini adalah bukti nyata keagungan para raja tersebut. Mari kita lestarikan warisan budaya ini sebagai kebanggaan bangsa Indonesia.
Referensi & Bacaan Lebih Lanjut:
- Prasasti Mantyasih (907 M)
- Prasasti Canggal (732 M)
- Buku "Sejarah Nasional Indonesia Jilid II"
- Penelitian Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
- UNESCO World Heritage - Borobudur & Prambanan
Tags: #MataramKuno #RajaMataram #SejarahIndonesia #DinastiSanjaya #Syailendra #CandiBorobudur #CandiPrambanan #KerajaanJawa #SejarahNusantara #WarisanBudaya