Sunda Empire didirikan oleh pasangan Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum.
Selain itu, kelompok ini juga sangat populer karena salah satu petingginya, mendiang Edi Raharjo atau yang lebih dikenal dengan nama Lord Rangga (Rangga Sasana).
Tentang Pengetahuan Untuk Buah Hati
Sunda Empire didirikan oleh pasangan Nasri Banks dan Raden Ratna Ningrum.
Selain itu, kelompok ini juga sangat populer karena salah satu petingginya, mendiang Edi Raharjo atau yang lebih dikenal dengan nama Lord Rangga (Rangga Sasana).
Pendiri Kesultanan Deli adalah Tuanku Panglima Gocah Pahlawan.
Ia merupakan seorang bangsawan berdarah Aceh yang bergelar Laksamana Khoja Bintan.
Pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Dharmasraya adalah Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa dari Dinasti Mauli.
Dia mulai memimpin kerajaan bercorak Buddha ini sekitar tahun 1183 dengan pusat pemerintahan yang terletak di tepi Sungai Batanghari, Sumatera Barat.
Pendiri Kerajaan Champa adalah Khu Lien (atau Sri Mara). Ia mendirikan kerajaan bercorak Hindu-Buddha ini pada tahun 192 M
Setelah berhasil memberontak dan melepaskan diri dari kekuasaan Dinasti Han (Tiongkok). Kerajaan ini terletak di wilayah pesisir Vietnam tengah dan selatan.
Pendiri Kesultanan Cirebon adalah Pangeran Cakrabuana (Raden Walangsungsang) yang membangun pemukiman pertama dan Keraton Pakungwati pada tahun 1430.
Kerajaan ini kemudian berkembang menjadi kesultanan bercorak Islam yang berdaulat di bawah keponakannya, Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah), pada tahun 1482.
Pendiri Kerajaan Bedahulu (atau Kerajaan Bedulu) adalah Sri Kesari Warmadewa.
Beliau merupakan raja pertama dari Wangsa Warmadewa yang mulai berkuasa di Pulau Bali sejak sekitar tahun 882 Masehi.
pendiri kerajaan bedahulu atau bedulu
Pendiri Kesultanan Banjar adalah Sultan Suriansyah.
Beliau adalah raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam.
Sebelum memeluk Islam, beliau dikenal dengan nama Raden Samudera.
Hari lahirnya Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni.
Penetapan tanggal ini didasarkan pada momen bersejarah ketika Presiden Soekarno pertama kali menyampaikan gagasan serta konsep awal Pancasila
Sebagai dasar negara Indonesia dalam pidatonya pada sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPKI) di tanggal 1 Juni 1945. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016, peringatan ini resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional.
Pendiri Kerajaan Bima (kerajaan tradisional) menurut catatan Bo Sangaji Kai adalah seorang musafir/bangsawan Jawa bernama Sang Bima yang datang dan menikah dengan Putri Tasi Sari Naga pada abad ke-11/13 Masehi.
Sementara itu, Kesultanan Bima (kerajaan Islam) pertama didirikan oleh Sultan Abdul Kahir pada tahun 1621 M.
Raja pertama dan pendiri Kerajaan Belanda modern adalah Raja Willem I (Willem Frederik), yang dilantik pada tahun 1815 setelah Kongres Wina.
Ia memimpin Belanda setelah masa pendudukan Prancis dan memulihkan kekuasaan Wangsa Oranye-Nassau.
Sebelumnya, Belanda berbentuk Kerajaan Holland (1806) bentukan Napoleon dengan raja Louis Bonaparte.
Berdasarkan tradisi lisan dan epik La Galigo, pendiri sekaligus sosok yang dianggap sebagai nenek moyang suku Bugis adalah La Sattumpugi.
Pengikutnya menjuluki diri mereka To Ugi (orang Bugis).
Sementara untuk kerajaan-kerajaan spesifik, Manurungnge ri Goarie dikenal sebagai pendiri atau penguasa pertama di Soppeng.
Pendiri kerajaan Buddha utama di Indonesia adalah Dapunta Hyang Sri Jayanasa untuk Kerajaan Sriwijaya, yang merupakan kerajaan Buddha terbesar dan tertua di Sumatera (abad ke-7 M).
Dinasti Syailendra juga berperan besar membangun kerajaan Buddha di Jawa, khususnya Mataram Kuno.
pendiri kerajaan budha di indonesia
Pendiri awal Kerajaan Buton adalah Ratu Wa Kaa Kaa pada sekitar tahun 1358, yang merupakan sosok pemimpin perempuan pertama yang didukung oleh kelompok Patalimbona.
Kerajaan ini kemudian bertransformasi menjadi kesultanan Islam dengan sultan pertama, Sultan Murhum (La Kilaponto), yang memerintah pada tahun 1537.

Pendiri Kerajaan Bima menurut catatan Bo' Sangaji Kai (naskah kuno Bima) adalah seorang bangsawan dan musafir dari Jawa yang bergelar Sang Bima.
Dia merintis berdirinya kerajaan dan menikah dengan Putri Tasi Sari Naga, yang kemudian keturunannya, Indra Jamrud, menjadi raja pertama bergelar Ruma Sangaji.

Kerajaan Bone didirikan oleh Manurunge ri Matajang pada tahun 1330 Masehi, yang sekaligus menjadi Raja Bone pertama.
Pendirian ini ditandai dengan munculnya tokoh tersebut sebagai sosok pemersatu di wilayah Bone (tomanurung).
Hari jadi Bone diperingati berdasarkan tahun berdirinya kerajaan ini pada abad ke-14.

Kesultanan Bacan, salah satu dari empat kerajaan besar di Maluku (Moloku Kie Raha), diperkirakan didirikan sekitar tahun 1322.
Menurut hikayat lokal, raja pertama yang berkuasa di Makian Timur adalah Said Muhammad Bakir (atau Said Husin), sebelum pusat pemerintahan pindah ke Kasiruta.

Pendiri Kerajaan Buleleng adalah I Gusti Anglurah Panji Sakti.
Beliau mendirikan kerajaan ini pada sekitar pertengahan abad ke-17 (sekitar tahun 1660 M) dengan menyatukan wilayah-wilayah di Bali Utara yang sebelumnya dikenal sebagai Den Bukit.
Ia merupakan keturunan dari Raja Gelgel, Dalem Segening.

Pendiri Kerajaan Blambangan sering dikaitkan dengan beberapa tokoh berbeda menurut sumber sejarah.
Tokoh yang dianggap sebagai pendiri sekaligus raja pertama yang berdaulat adalah Mas Sembar, putra Lembu Murida (keturunan Majapahit), yang merintis kerajaan di wilayah Sembara. Sumber lain menyebut Sira Dalem Sri Bima Chili Kepakisan sebagai adipati pertama

Pendiri Babilonia berbeda tergantung pada periode kerajaannya: Sumu-abum mendirikan dinasti pertama Babilonia Lama (sekitar 1894 SM).
Sementara Nabopolassar mendirikan Kekaisaran Babilonia Baru (626 SM).
Raja terkenal seperti Hammurabi memperluas kekuasaan Babilonia, sedangkan Nebukadnezar II membawa puncak kejayaan pada masa Babilonia Baru.

Pendiri Kerajaan Banjar adalah Pangeran Samudera, yang setelah memeluk Islam bergelar Sultan Suriansyah (memerintah 1526–1540/1546).
Ia mendirikan kesultanan Islam ini pada tahun 1526 setelah mendapat dukungan dari Kesultanan Demak untuk merebut takhta dari Kerajaan Negara Daha.

Pendiri Kerajaan Bali adalah Sri Kesari Warmadewa, raja pertama dari Dinasti Warmadewa yang memerintah sekitar abad ke-8 hingga ke-10 Masehi.
Beliau mendirikan pusat pemerintahan di Singhadwala (sekitar Pejeng/Bedulu, Gianyar) dan prasasti tertua yang menyebutkannya adalah Prasasti Blanjong (913 M).

Pendiri dan Sultan pertama Kerajaan Banten adalah Sultan Maulana Hasanuddin (memerintah 1552–1570), putra dari Sunan Gunung Jati.
Beliau mengembangkan Banten dari wilayah bawahan Demak menjadi kesultanan mandiri dengan pusat pemerintahan di Surosowan. Maulana Hasanuddin juga dikenal sebagai pelopor penyebaran Islam di wilayah Banten.

Pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Kahuripan adalah Airlangga (990–1049), putra Raja Udayana dari Bali dan Mahendradatta (Wangsa Isyana).
Airlangga memerintah pada 1019-1042, membangun kembali kejayaan Medang setelah serangan Sriwijaya.
Membangun Bendungan Waringin Sapta, dan membagi kerajaannya menjadi Jenggala dan Panjalu (Kediri) sebelum turun takhta.

Kerajaan Aru (atau Haru), kerajaan maritim kuno di pesisir timur Sumatera Utara (abad ke-13 hingga ke-16), diyakini didirikan oleh Klen Kembaren yang berasal dari Pagaruyung, Minangkabau.
Tokoh spesifik yang sering disebut sebagai pendiri atau raja pertamanya dalam literatur sejarah lokal adalah Pa Lagan.

Kesultanan Aceh didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah pada sekitar tahun 1496 (beberapa sumber menyebutkan 1514).
Beliau menyatukan beberapa kerajaan kecil, seperti Lamuri, Pedir, dan Pasai, serta menjadikan Aceh sebagai kekuatan politik dan ekonomi Islam yang dominan di wilayah utara Sumatra..
pendiri kerajaan aceh darussalam