Jumlah Kota di Pulau Sumatera

Sejarah Kota Mojokerto: Dari Pusat Kerajaan Majapahit hingga Kota Modern

Sby, 26 Juni 2026 - Ruana Sagita

Pendahuluan

Kota Mojokerto, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, menyimpan sejarah panjang yang membentang selama berabad-abad. Dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit hingga menjadi kota modern saat ini, Mojokerto telah menyaksikan transformasi besar dalam perjalanan sejarah Nusantara. Artikel ini akan mengupas tuntas sejarah Kota Mojokerto, dari masa pra-sejarah hingga era kontemporer.


Letak Geografis dan Administrasi

Kota Mojokerto terletak di bagian utara Provinsi Jawa Timur, berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto yang mengelilinginya. Kota ini memiliki luas wilayah sekitar 20,22 km² dan terletak di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 27 meter di atas permukaan laut.
Posisi Strategis:
  • Berjarak sekitar 50 km barat daya Surabaya
  • Terletak di jalur utama Surabaya-Yogyakarta
  • Dekat dengan situs bersejarah Trowulan (bekas ibu kota Majapahit)

Masa Pra-Kerajaan dan Pengaruh Hindu-Buddha

Zaman Prasejarah

Sebelum berdirinya kerajaan-kerajaan besar, wilayah Mojokerto telah dihuni oleh manusia purba. Bukti-bukti arkeologis menunjukkan adanya aktivitas manusia sejak zaman batu dan logam.
Temuan Arkeologis:
  • Alat-alat batu dari periode paleolitikum
  • Perkakas perunggu dan besi
  • Sisa-sisa permukiman kuno

Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha

Pada abad ke-5 hingga ke-7 Masehi, pengaruh Hindu-Buddha mulai masuk ke wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto. Kerajaan-kerajaan awal yang mempengaruhi wilayah ini antara lain:
  1. Kerajaan Tarumanegara (abad ke-5)
  2. Kerajaan Kalingga (abad ke-7)
  3. Kerajaan Mataram Kuno (abad ke-8-10)

Era Kerajaan Majapahit (1293-1527 M)

Pusat Peradaban Agung

Mojokerto dan wilayah sekitarnya mencapai puncak kejayaan pada masa Kerajaan Majapahit. Trowulan, yang terletak di Kabupaten Mojokerto, menjadi ibu kota kerajaan dan pusat peradaban Nusantara.
Pendiri Majapahit:
  • Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana) mendirikan Majapahit pada tahun 1293 M
  • Berhasil mengalahkan pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan
  • Membangun kerajaan yang kemudian menjadi salah satu imperium terbesar di Asia Tenggara
Masa Keemasan: Di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) dan Mahapatih Gajah Mada, Majapahit mencapai puncak kejayaannya. Sumpah Palapa Gajah Mada yang terkenal menandai ambisi untuk menyatukan Nusantara di bawah panji Majapahit.

Peninggalan Majapahit di Mojokerto

Wilayah Mojokerto kaya akan peninggalan Majapahit:
  1. Situs Trowulan: Bekas ibu kota kerajaan dengan berbagai struktur bangunan
  2. Candi Tikus: Situs petirtaan suci
  3. Candi Bajang Ratu: Gerbang berbentuk candi bentar
  4. Candi Wringin Lawang: Gapura paduraksa
  5. Kolam Segaran: Kolam besar peninggalan Majapahit
  6. Makam Raja-Raja Majapahit: Di Troloyo dan sekitarnya
Artefak yang Ditemukan:
  • Arca-arca Hindu dan Buddha
  • Prasasti-prasasti batu
  • Mata uang kuno (kepeng)
  • Perhiasan dan peralatan sehari-hari
  • Struktur bangunan dari bata merah

Masa Kesultanan Demak dan Penyebaran Islam

Runtuhnya Majapahit

Pada awal abad ke-16, kekuasaan Majapahit mulai melemah akibat perang saudara (Perang Paregreg) dan bangkitnya kekuatan Islam di pesisir utara Jawa. Sekitar tahun 1527, Majapahit ะพะบะพะฝั‡ะฐั‚ะตะปัŒะฝะพ runtuh dan digantikan oleh Kesultanan Demak.
Faktor Keruntuhan:
  1. Konflik internal keluarga kerajaan
  2. Perebutan kekuasaan antar pewaris tahta
  3. Bangkitnya kerajaan-kerajaan Islam pesisir
  4. Pergeseran jalur perdagangan

Penyebaran Islam di Mojokerto

Setelah keruntuhan Majapahit, Islam mulai menyebar di wilayah Mojokerto melalui:
Peran Walisongo:
  • Sunan Ampel: Menyebarkan Islam di Surabaya dan sekitarnya
  • Sunan Giri: Berdakwah di Gresik dan wilayah timur
  • Sunan Bonang: Menyebarkan Islam melalui kesenian
Pondok Pesantren: Berdirinya pondok-pondok pesantren di Mojokerto menjadi pusat pendidikan dan penyebaran Islam:
  • Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas
  • Pesantren Darul Ulum Rejoso
  • Pesantren-Pesantren tradisional lainnya

Era Kolonial Belanda

Kedatangan VOC

Pada abad ke-17, VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) mulai menguasai wilayah Jawa Timur, termasuk Mojokerto. Belanda mendirikan pemerintahan kolonial dan sistem administrasi baru.
Dampak Penjajahan:
  1. Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel): Rakyat dipaksa menanam komoditas ekspor
  2. Pembangunan Infrastruktur: Jalan, jembatan, dan fasilitas publik
  3. Sistem Pajak: Penerapan berbagai jenis pajak
  4. Perubahan Struktur Sosial: Munculnya elite baru

Pemerintahan Kolonial

Mojokerto menjadi bagian dari sistem administrasi Hindia Belanda:
  • Karesidenan: Mojokerto berada di bawah Karesidenan Surabaya
  • Kabupaten: Sistem bupati yang dikontrol Belanda
  • Distrik dan Onderdistrik: Pembagian wilayah administratif
Peninggalan Kolonial:
  • Bangunan-bangunan bergaya Eropa
  • Sistem irigasi untuk perkebunan
  • Jalan raya dan jembatan
  • Stasiun kereta api

Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Invasi Jepang

Pada Maret 1942, Jepang berhasil mengalahkan Belanda dan menguasai Indonesia, termasuk Mojokerto. Masa pendudukan Jepang membawa perubahan signifikan.
Kebijakan Jepang:
  1. Romusha: Kerja paksa untuk pembangunan fasilitas militer
  2. Militerisasi: Pembentukan organisasi semi-militer dan militer
  3. Ekonomi Perang: Pengalihan sumber daya untuk kepentingan perang
  4. Propaganda: Kampanye "Asia untuk Asia"
Dampak bagi Rakyat:
  • Penderitaan akibat kerja paksa
  • Kelaparan dan kekurangan pangan
  • Penindasan dan pelanggaran HAM
  • Namun juga membangkitkan semangat nasionalisme

Perjuangan Kemerdekaan

Proklamasi dan Euphoria Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, semangat kemerdekaan menyebar ke seluruh nusantara, termasuk Mojokerto. Rakyat Mojokerto menyambut dengan antusias kemerdekaan Indonesia.
Pembentukan Pemerintahan:
  • Pembentukan Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID)
  • Penunjukan pejabat pemerintahan republik
  • Pengibaran bendera Merah Putih

Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan

Pertempuran Mojokerto (1945-1949):
Rakyat Mojokerto turut berjuang dalam mempertahankan kemerdekaan melalui berbagai pertempuran:
  1. Pertempuran November 1945: Pertempuran melawan pasukan NICA yang ingin kembali berkuasa
  2. Perang Gerilya: Taktik gerilya yang dilakukan oleh laskar-laskar rakyat
  3. Dukungan Logistik: Rakyat menyediakan makanan dan tempat bagi pejuang
Tokoh-Tokoh Pejuang:
  • KH. Hasyim Asy'ari: Pendiri NU yang berperan dalam Resolusi Jihad
  • KH. Wahid Hasyim: Tokoh muda NU dan pejuang kemerdekaan
  • Para Kyai dan Santri: Berperan aktif dalam pertempuran

Resolusi Jihad 22 Oktober 1945

Salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan Indonesia adalah Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya. Resolusi ini menyerukan kewajiban jihad bagi umat Islam untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dampak Resolusi Jihad:
  • Membakar semangat perjuangan arek-arek Suroboyo dan sekitarnya
  • Memicu Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya
  • Menguatkan solidaritas antara ulama, santri, dan rakyat

Era Kemerdekaan dan Pembangunan

Pembentukan Kota Administratif

Setelah pengakuan kedaulatan Indonesia pada 1949, Mojokerto terus berkembang. Pada tahun 1952, Kota Mojokerto ditetapkan sebagai kota administratif.
Perkembangan Administratif:
  • 1952: Kota Administratif Mojokerto
  • 1970-an: Peningkatan status dan otonomi
  • 2000-an: Reformasi pemerintahan daerah

Pembangunan Infrastruktur

Era Orde Lama (1945-1965):
  • Rehabilitasi pasca-kemerdekaan
  • Pembangunan fasilitas dasar
  • Nasionalisasi aset-aset Belanda
Era Orde Baru (1966-1998):
  • Pembangunan ekonomi dan infrastruktur
  • Program Repelita (Rencana Pembangunan Lima Tahun)
  • Industrialisasi dan urbanisasi
Era Reformasi (1998-sekarang):
  • Otonomi daerah
  • Desentralisasi kekuasaan
  • Pembangunan berbasis masyarakat

Mojokerto Modern

Pemerintahan dan Administrasi

Kota Mojokerto saat ini dipimpin oleh seorang Walikota dan Wakil Walikota yang dipilih secara demokratis. Kota ini terdiri dari beberapa kecamatan dan kelurahan.
Struktur Pemerintahan:
  • Walikota: Kepala daerah eksekutif
  • DPRD: Lembaga legislatif daerah
  • Kecamatan: Pembagian wilayah administratif
  • Kelurahan: Unit pemerintahan terkecil

Ekonomi dan Industri

Sektor Ekonomi Utama:
  1. Industri:
    • Industri makanan dan minuman
    • Industri tekstil dan garmen
    • Industri kerajinan
    • Industri kecil dan menengah
  2. Perdagangan:
    • Pasar tradisional
    • Pusat perbelanjaan modern
    • UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah)
  3. Pariwisata:
    • Wisata sejarah dan budaya
    • Wisata religi
    • Wisata alam
  4. Pertanian:
    • Padi dan palawija
    • Hortikultura
    • Perikanan

Pendidikan dan Kebudayaan

Lembaga Pendidikan:
  • Sekolah dasar hingga menengah
  • Pondok pesantren tradisional dan modern
  • Perguruan tinggi
  • Lembaga pendidikan keagamaan
Kebudayaan:
  • Kesenian Tradisional: Ludruk, wayang kulit, reog
  • Tradisi: Grebeg, sedekah bumi, haul
  • Bahasa: Bahasa Jawa dialek Mojokerto
  • Kuliner Khas: Sate kelinci, onde-onde, getuk

Pariwisata dan Warisan Budaya

Objek Wisata Sejarah

  1. Situs Trowulan
    • Bekas ibu kota Majapahit
    • Berbagai candi dan struktur kuno
    • Museum Trowulan
  2. Candi Tikus
    • Situs petirtaan suci
    • Arsitektur unik dengan sistem pancuran
    • Peninggalan Majapahit abad 13-14
  3. Candi Bajang Ratu
    • Gapura paduraksa
    • Relief cerita Ramayana
    • Simbol kejayaan Majapahit
  4. Candi Wringin Lawang
    • Gapura tertinggi di Trowulan
    • Arsitektur khas Jawa Timur
  5. Kolam Segaran
    • Kolam besar peninggalan Majapahit
    • Fungsi sebagai tempat rekreasi kerajaan

Wisata Religi

  1. Makam Raja-Raja Majapahit di Troloyo
  2. Makam Para Wali dan Ulama
  3. Pesantren-Pesantren Tua
  4. Masjid-Masjid Bersejarah

Wisata Alam dan Rekreasi

  1. Pacet: Wisata pegunungan dengan udara sejuk
  2. Gunung Penanggungan: Pendakian dan wisata spiritual
  3. Waduk dan Bendungan: Untuk rekreasi air
  4. Taman Kota: Ruang terbuka hijau

Kuliner Khas Mojokerto

Makanan Tradisional

  1. Sate Kelinci: Sate berbahan daging kelinci dengan bumbu kacang
  2. Getuk: Makanan dari singkong dengan gula jawa
  3. Onde-Onde: Kue bola-bola berisi kacang hijau
  4. Nasi Aronan: Nasi dengan lauk pauk khas
  5. Soto Mojokerto: Soto dengan kuah bening

Oleh-Oleh Khas

  1. Kue Tradisional: Berbagai jenis jajanan pasar
  2. Kerajinan Tangan: Souvenir bernuansa Majapahit
  3. Produk UMKM: Berbagai produk lokal

Tokoh-Tokoh Penting dari Mojokerto

Tokoh Sejarah

  1. Raden Wijaya: Pendiri Kerajaan Majapahit
  2. Gajah Mada: Mahapatih Majapahit yang terkenal
  3. Hayam Wuruk: Raja terbesar Majapahit

Tokoh Agama dan Nasional

  1. KH. Hasyim Asy'ari: Pendiri Nahdlatul Ulama
  2. KH. Wahid Hasyim: Tokoh NU dan pahlawan nasional
  3. KH. Yusuf Hasyim: Ulama dan pejuang kemerdekaan

Tokoh Kontemporer

Berbagai tokoh modern dari Mojokerto yang berprestasi di berbagai bidang:
  • Politik
  • Ekonomi
  • Budaya
  • Olahraga
  • Pendidikan

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Tantangan

  1. Pelestarian Warisan Budaya:
    • Menjaga situs-situs bersejarah dari kerusakan
    • Mencegah pencurian artefak
    • Edukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian
  2. Pembangunan Berkelanjutan:
    • Menyeimbangkan pembangunan dan pelestarian
    • Mengelola pertumbuhan penduduk
    • Menjaga lingkungan
  3. Ekonomi:
    • Meningkatkan daya saing
    • Mengurangi kemiskinan
    • Menciptakan lapangan kerja
  4. Infrastruktur:
    • Meningkatkan kualitas infrastruktur
    • Mengatasi kemacetan
    • Penyediaan air bersih dan sanitasi

Peluang

  1. Pariwisata Sejarah dan Budaya:
    • Potensi besar wisata heritage Majapahit
    • Pengembangan wisata edukasi
    • Wisata religi yang berkembang
  2. Ekonomi Kreatif:
    • Pengembangan UMKM
    • Industri kreatif berbasis budaya
    • Digitalisasi usaha
  3. Pendidikan:
    • Peningkatan kualitas SDM
    • Pengembangan pesantren modern
    • Pendidikan vokasi
  4. Teknologi:
    • Smart city development
    • Digitalisasi pelayanan publik
    • E-government

Fakta-Fakta Menarik tentang Mojokerto

  1. Pusat Kerajaan Majapahit: Wilayah Mojokerto pernah menjadi pusat salah satu kerajaan terbesar dalam sejarah Nusantara
  2. Situs Arkeologi Terbanyak: Memiliki ribuan situs dan artefak peninggalan Majapahit
  3. Kota Santri: Dikenal sebagai kota dengan banyak pesantren dan tradisi keagamaan yang kuat
  4. Resolusi Jihad: Berperan penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia melalui Resolusi Jihad 22 Oktober 1945
  5. Kuliner Khas: Memiliki beragam kuliner unik seperti sate kelinci dan onde-onde
  6. Bahasa Jawa Dialek Khas: Memiliki dialek bahasa Jawa yang berbeda dengan daerah lain
  7. Tradisi Grebeg: Masih melestarikan tradisi Grebeg sebagai warisan budaya
  8. Industri Kecil Menengah: Memiliki banyak sentra industri kecil dan kerajinan
  9. Akses Strategis: Terletak di jalur utama Surabaya-Yogyakarta
  10. Udara Sejuk di Pegunungan: Wilayah Pacet menawarkan udara pegunungan yang sejuk

Kesimpulan

Kota Mojokerto adalah kota dengan sejarah panjang dan kaya warisan budaya. Dari masa kejayaan Kerajaan Majapahit hingga era modern saat ini, Mojokerto terus berkembang sambil tetap mempertahankan identitas sejarahnya.
Warisan Penting:
  • Sejarah: Pusat peradaban Majapahit yang agung
  • Budaya: Tradisi dan kearifan lokal yang tetap lestari
  • Religi: Peran penting dalam penyebaran Islam dan perjuangan kemerdekaan
  • Pariwisata: Potensi wisata sejarah dan budaya yang besar
Masa Depan: Mojokerto menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan pembangunan modern dengan pelestarian warisan sejarah. Dengan potensi yang dimilikinya, Mojokerto memiliki peluang besar untuk menjadi kota yang maju, sejahtera, dan tetap menjaga identitas budayanya.
Pesan untuk Generasi Muda: Generasi muda Mojokerto diharapkan dapat:
  • Melestarikan warisan budaya dan sejarah
  • Mengembangkan potensi daerah
  • Membangun kota dengan semangat gotong royong
  • Menjaga nama baik Mojokerto di kancah nasional dan internasional
"Mojokerto bukan sekadar kota, tetapi sebuah kisah panjang tentang kejayaan, perjuangan, dan harapan. Dari Majapahit hingga era digital, Mojokerto terus menulis sejarahnya sendiri."

Referensi dan Bacaan Lanjutan

  1. Kitab Pararaton: Sejarah raja-raja Singhasari dan Majapahit
  2. Kitab Negarakertagama: Karya Mpu Prapanca tentang Majapahit
  3. Sejarah Nasional Indonesia: Badan Penelitian dan Pengembangan Sejarah
  4. Purbakala Trowulan: Publikasi Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala
  5. Berbagai jurnal dan penelitian tentang Majapahit
  6. Dokumen pemerintah Kota Mojokerto

© 2026 Ruana Sagita

Catatan Penulis: Artikel ini disusun berdasarkan sumber-sumber sejarah yang tersedia, termasuk literatur, penelitian arkeologis, dan dokumen resmi. Beberapa informasi dapat berkembang seiring dengan temuan-temuan baru dalam penelitian sejarah dan arkeologi.