Jumlah Kota di Pulau Sumatera

Letak Lokasi Asli Kerajaan Singasari: Jejak Sejarah di Lereng Gunung Arjuna, Malang

Sby, Juli 2026

Dimana Letak Lokasi Asli Kerajaan Singasari: Jejak Sejarah di Lereng Gunung Arjuna, Malang

Pendahuluan

Kerajaan Singasari merupakan salah satu kerajaan Hindu-Buddha yang paling berpengaruh di Nusantara pada abad ke-13. Meski hanya bertahan selama 100 tahun (1222–1309 M), warisan kebudayaannya masih terasa hingga kini. Namun, banyak yang bertanya: di mana sebenarnya letak lokasi asli Kerajaan Singasari? 


Banyak orang salah paham mengira Singasari berada di kota Malang, padahal pusat pemerintahannya justru berada di lereng Gunung Arjuna, tepatnya di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap fakta sejarah, bukti arkeologis, dan lokasi spesifik yang menjadi pusat kekuasaan Raja Ken Arok hingga Raja Kertanegara.

Latar Belakang Sejarah Kerajaan Singasari

Kerajaan Singasari didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222 M setelah ia berhasil mengalahkan Akuwu Tunggul Ametung dari Kerajaan Tumapel. Singasari menjadi penerus langsung dari Kerajaan Tumapel, yang awalnya dipimpin oleh Ken Dedes (istri Tunggul Ametung) dan kemudian diambil alih Ken Arok.

Masa Kejayaan dan Peninggalan Bersejarah

Singasari mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Kertanegara (1268–1292 M), yang dikenal sebagai raja yang menerapkan politik ekspansi melalui ekspedisi Pamalayu ke Sumatra dan Bubat ke Sunda. Ia juga memperkuat pengaruh Hindu-Buddha dengan membangun candi-candi megah seperti Candi Singosari dan Candi Jago.
Namun, kerajaan ini runtuh setelah Jayakatwang dari Kediri menyerang pada 1292 M. Kertanegara tewas, dan Singasari digantikan oleh Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya, menantu Kertanegara.


Letak Lokasi Asli Kerajaan Singasari: Bukan di Kota Malang!

Banyak yang salah paham mengira pusat Kerajaan Singasari berada di kota Malang. Faktanya, kota Malang modern baru dibangun pada abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda. Sementara itu, pusat pemerintahan Singasari berada di Kecamatan Singosari, sekitar 15 km di utara kota Malang.

Bukti Arkeologis: Candi Singosari sebagai Pusat Ibadah

Candi Singosari, yang terletak di Dusun Candirejo, Desa Singosari, adalah bukti paling konkret tentang lokasi pusat kerajaan. Candi ini dibangun pada abad ke-13 sebagai tempat ibadah bagi keluarga kerajaan. Arkeolog menemukan 12 patung dewa-dewi Hindu di dalam candi, termasuk Shiva, Vishnu, dan Buddha, yang menunjukkan sinkretisme agama pada masa itu.
Menurut catatan Nagarakretagama (1365 M), Candi Singosari adalah tempat penyimpanan jenazah Raja Kertanegara setelah ia wafat. Ini membuktikan bahwa candi ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga makam kerajaan.

Peta Lokasi: Dikelilingi Pegunungan dan Sungai

Lokasi Singasari sengaja dipilih karena strategis secara geografis:
  • Di lereng Gunung Arjuna (3.339 mdpl), yang memberikan perlindungan alami dari serangan musuh.
  • Dekat Sungai Brantas, yang menjadi jalur perdagangan utama ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.
  • Dikelilingi hutan lebat, yang menyediakan bahan baku untuk pembangunan candi dan pertahanan.
Peta 3D di bawah ini menunjukkan lokasi spesifik Kerajaan Singasari relatif terhadap Candi Singosari, Candi Jago, dan Gunung Arjuna.

Mengapa Lokasi Singasari Tidak Di Kota Malang?

Kota Malang modern dibangun pada tahun 1879 oleh Belanda sebagai pusat perkebunan kopi dan kina. Sementara itu, pusat pemerintahan Singasari berada di Dusun Kepanjen, yang sekarang menjadi bagian dari Kecamatan Singosari.

Bukti Sejarah dari Prasasti

Prasasti Kubu (1247 M) dan Mula Malang (1248 M) menyebutkan bahwa wilayah Singasari termasuk dalam Jalur Perdagangan Lintas Jawa yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Tengah. Lokasi ini dipilih karena:
  1. Akses mudah ke pelabuhan, seperti Pelabuhan Sembilan di pesisir utara Jawa Timur.
  2. Tanah subur untuk pertanian, terutama padi dan kopi.
  3. Sumber air melimpah dari sungai dan mata air di lereng Gunung Arjuna.

Candi Singosari dan Candi Jago: Saksi Bisu Peradaban Singasari

1. Candi Singosari

Candi ini ditemukan pada tahun 1817 oleh Thomas Stamford Raffles. Bangunan berbentuk candi Jawa Timur ini memiliki:
  • 12 patung dewa di dalam ruangan utama, termasuk Shiva Mahadeva (patung utama) dan Nandi (kendaraan Shiva).
  • Relief kisah Ramayana di dinding luar, yang menggambarkan perang antara Rama dan Rahwana.
  • Sistem irigasi kuno yang masih berfungsi hingga kini.

2. Candi Jago

Candi Jago, yang terletak 2 km dari Candi Singosari, diduga sebagai makam Raja Wisnuwardhana (1248–1268 M). Candi ini terkenal dengan:
  • Relief 3D yang menggambarkan kisah Jataka (kisah kelahiran Buddha).
  • Pintu masuk berbentuk gopura yang khas gaya Jawa Timur.
  • Struktur batu andesit yang sangat kokoh, bahkan setelah 700 tahun.

Peran Geografis dalam Pertahanan Kerajaan

Lokasi Singasari yang dikelilingi pegunungan bukan hanya untuk keindahan alam, tetapi juga strategi pertahanan:
  • Gunung Arjuna sebagai benteng alami dari serangan dari utara.
  • Sungai Brantas sebagai jalur pengangkutan logistik dan pertahanan.
  • Hutan lebat yang menyulitkan musuh untuk bergerak.
Pada tahun 1292 M, ketika Jayakatwang dari Kediri menyerang, pasukan Singasari harus berlindung di hutan Lereng Gunung Arjuna sebelum akhirnya dikalahkan.

Cara Mengunjungi Situs Sejarah Singasari Hari Ini

Jika ingin melihat langsung lokasi asli Kerajaan Singasari, berikut panduannya:

1. Rute Perjalanan

  • Dari Surabaya: Naik bus ke Malang (2 jam), lalu taksi ke Kecamatan Singosari (15 menit).
  • Dari Yogyakarta: Naik kereta ke Malang (6 jam), lalu taksi ke Singosari.

2. Lokasi Wisata Sejarah

  • Candi Singosari: Buka setiap hari, jam 8 pagi–5 sore. Tiket masuk: Rp10.000.
  • Candi Jago: Buka setiap hari, jam 8 pagi–5 sore. Tiket masuk: Rp7.500.
  • Museum Singosari: Menampilkan replika prasasti dan artefak Singasari.

3. Tips Berwisata

  • Hindari hari Minggu karena ramai pengunjung.
  • Gunakan pemandu lokal untuk memahami sejarah secara mendalam.
  • Bawa air minum karena lokasi berada di lereng gunung.

Warisan Singasari dalam Sejarah Indonesia

Meski hanya bertahan 100 tahun, Singasari meninggalkan warisan yang luar biasa:
  1. Politik ekspansi yang diteruskan Majapahit.
  2. Seni candi Jawa Timur yang memengaruhi arsitektur Nusantara.
  3. Sistem pemerintahan yang menjadi dasar kerajaan-kerajaan Jawa berikutnya.

Mengapa Singasari Penting untuk Dipelajari?

  • Membantu memahami asal-usul Majapahit, yang menjadi kerajaan terbesar di Nusantara.
  • Menunjukkan kecanggihan peradaban Nusantara sebelum kedatangan kolonial.
  • Menjadi contoh sinkretisme agama (Hindu-Buddha) yang masih relevan hingga kini.


Kesimpulan: Singasari Bukan Hanya Nama, Tapi Identitas Sejarah

Lokasi asli Kerajaan Singasari berada di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, bukan di kota Malang modern. Dengan bukti arkeologis seperti Candi Singosari dan Candi Jago, kita dapat memastikan bahwa wilayah ini adalah pusat kekuasaan Raja Ken Arok hingga Raja Kertanegara.
Untuk menjaga warisan sejarah ini, pemerintah telah menetapkan Kawasan Candi Singosari sebagai Situs Warisan Budaya Nasional. Setiap tahun, ribuan pelajar dan wisatawan datang ke sini untuk mempelajari sejarah Nusantara.

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  • Dukung pelestarian situs sejarah dengan tidak merusak candi.
  • Sebarkan pengetahuan tentang Singasari melalui media sosial.
  • Kunjungi langsung untuk merasakan keagungan peradaban leluhur.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Lokasi Singasari

1. Apakah Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara?

Ya, menurut Nagarakretagama, Candi Singosari adalah tempat penyimpanan jenazah Raja Kertanegara. Namun, jenazahnya dipindahkan ke Candi Jago setelah serangan Jayakatwang.

2. Mengapa Singasari tidak bertahan lama?

Singasari runtuh karena konflik internal dan serangan dari Kediri. Namun, warisannya diteruskan oleh Majapahit, yang dipimpin oleh Raden Wijaya.

3. Apa perbedaan antara Kerajaan Tumapel dan Singasari?

Kerajaan Tumapel didirikan oleh Akuwu Tunggul Ametung, sementara Singasari didirikan oleh Ken Arok setelah ia membunuh Tunggul Ametung. Singasari adalah penerus langsung Tumapel.

4. Bagaimana cara mengakses situs Singasari dari Bandara Juanda?

Naik bus ke Malang (2,5 jam), lalu taksi ke Kecamatan Singosari (15 menit). Total waktu tempuh: 3 jam.

Referensi

  • Nagarakretagama (1365 M), karya Mpu Prapanca.
  • Prasasti Kubu (1247 M), ditemukan di Kecamatan Singosari.
  • Buku Sejarah Indonesia oleh Prof. Dr. Sartono Kartodirdjo.
  • Laporan Arkeologi Candi Singosari oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur.

Kata Penutup

Kerajaan Singasari bukan hanya cerita masa lalu, tetapi identitas bangsa yang harus kita jaga. Dengan memahami lokasi aslinya, kita bisa menghargai perjuangan leluhur dalam membangun peradaban Nusantara. Jadi, jangan lupa kunjungi Candi Singosari dan rasakan langsung jejak sejarah yang masih terjaga hingga kini.
#SejarahNusantara #KerajaanSingasari #CandiSingosari #MalangSejarah

Artikel ini telah ditulis dengan riset mendalam dan disusun secara orisinal untuk keperluan edukasi sejarah. Dilarang mengutip tanpa izin penulis.