Jumlah Kota di Pulau Sumatera

Asal Mula Berdirinya Kabupaten Jombang - Jejak Sejarah Kota Santri di Jawa Timur

Sby, Ahad 5 Juli 2026 - Ruana Sagita

Kabupaten Jombang, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, dikenal sebagai "Kota Santri" karena banyaknya pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang berdiri di wilayah ini. Namun, di balik julukan tersebut, Jombang menyimpan sejarah panjang yang menarik untuk ditelusuri.
Dari era kerajaan Hindu-Buddha, penyebaran Islam, masa kolonial Belanda, hingga kemerdekaan Indonesia, Jombang telah melewati berbagai fase penting dalam perjalanan sejarahnya. Artikel ini akan mengupas tuntas asal mula berdirinya Kabupaten Jombang beserta perkembangan sejarahnya yang menakjubkan.

Letak Geografis dan Kondisi Awal

Kabupaten Jombang terletak di bagian tengah Provinsi Jawa Timur, sekitar 80 kilometer barat daya Surabaya. Secara geografis, wilayah ini memiliki posisi yang sangat strategis:
๐Ÿ“ Jalur Perdagangan - Terletak di jalur perdagangan antara Surabaya, Malang, dan Kediri ๐Ÿ“ Tanah Subur - Dikelilingi oleh tanah vulkanik yang subur dari Gunung Arjuno dan Gunung Anjasmoro ๐Ÿ“ Sungai Important - Dilintasi oleh Sungai Brantas dan Sungai Ngrowo ๐Ÿ“ Akses Transportasi - Dilintasi jalur kereta api dan jalan raya utama

Era Kerajaan Hindu-Buddha (Abad 10-15)

Wilayah Kerajaan Medang dan Kediri

Sejarah Jombang dapat ditelusuri hingga era kerajaan Hindu-Buddha. Pada masa itu, wilayah Jombang menjadi bagian dari beberapa kerajaan besar:
Kerajaan Medang Kamulan (Abad 10-11):
  • Jombang berada di bawah kekuasaan Raja Airlangga
  • Wilayah ini menjadi bagian dari Kerajaan Kahuripan
  • Banyak peninggalan candi dan prasasti ditemukan
Kerajaan Kediri (Abad 12-13):
  • Jombang menjadi wilayah penting Kerajaan Kadiri
  • Pertanian dan perdagangan berkembang pesat
  • Pengaruh Hindu-Buddha sangat kuat
Kerajaan Majapahit (Abad 13-15):
  • Jombang menjadi bagian dari kerajaan terbesar di Nusantara
  • Wilayah ini mendukung perekonomian Majapahit
  • Banyak peninggalan arkeologis dari era ini

Peninggalan Hindu-Buddha di Jombang:

๐Ÿ›️ Candi Ngrimbi - Candi Hindu di wilayah Ngrimbi ๐Ÿ›️ Candi Barong - Peninggalan era Majapahit ๐Ÿ›️ Prasasti dan Arca - Berbagai temuan arkeologis ๐Ÿ›️ Situs Sejarah - Bekas permukiman kuno

Asal Usul Nama "Jombang"

Teori Etimologi

Nama "Jombang" memiliki beberapa teori asal-usul yang menarik:
Teori 1: "Jo" dan "Bong"
  • "Jo" berarti ramai atau ramai dikunjungi
  • "Bong" berarti besar atau penting
  • Jombang = Tempat yang ramai dan penting
Teori 2: "Ijo" dan "Abang" (Hijau dan Merah)
  • "Ijo" (bahasa Jawa: hijau) mewakili warna daun
  • "Abang" (bahasa Jawa: merah) mewakili warna bunga
  • Jombang = Kombinasi ijo-abang (hijau-merah)
  • Melambangkan kesuburan tanah dan keindahan alam
Teori 3: "Ajom" dan "Bhung"
  • Dari bahasa Sanskerta yang berarti tempat suci
  • Menunjukkan nilai spiritual wilayah ini

Penamaan Resmi

Nama Jombang mulai digunakan secara resmi pada masa Kesultanan Demak dan Mataram Islam sebagai nama wilayah administratif.

Era Penyebaran Islam (Abad 15-17)

Masuknya Islam di Jombang

Islam mulai masuk dan berkembang di Jombang pada abad ke-15 melalui beberapa jalur:
Wali Songo dan Ulama:
  • Sunan Ampel dan Sunan Giri menyebarkan Islam di wilayah ini
  • Para ulama dari Demak dan Gresik datang ke Jombang
  • Terjadi akulturasi budaya Hindu-Buddha dengan Islam
Pendirian Pesantren:
  • Pesantren pertama didirikan pada abad ke-17
  • Jombang menjadi pusat pendidikan Islam
  • Santri dari berbagai daerah datang belajar

Era Kesultanan Demak dan Mataram

Kesultanan Demak (Abad 15-16):
  • Jombang berada di bawah pengaruh Demak
  • Islam semakin berkembang pesat
  • Pembangunan masjid dan pesantren
Kesultanan Mataram Islam (Abad 17):
  • Jombang menjadi bagian dari Mataram
  • Sistem pemerintahan disesuaikan
  • Perdagangan dan pertanian terus berkembang

Masa Kolonial Belanda (Abad 18-1942)

Kedatangan VOC dan Belanda

Memasuki abad ke-18, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dan kemudian pemerintah kolonial Belanda mulai memperluas pengaruhnya di Jawa Timur, termasuk Jombang.
Perubahan Penting:
  • Sistem pemerintahan kolonial diterapkan
  • Jombang dijadikan bagian dari keresidenan
  • Pembangunan infrastruktur ala Eropa dimulai
  • Sistem tanam paksa (cultuurstelsel) diterapkan

Pembentukan Kabupaten Jombang

๐Ÿ“… 1 Maret 1910 - Hari Jadi Kabupaten Jombang:
Sejarah penting Kabupaten Jombang terjadi pada awal abad ke-20:
Staatsblad 1910 No. 123:
  • Pemerintah kolonial Belanda membentuk Regentschap Jombang
  • Ditetapkan melalui besluit (keputusan) gubernur jenderal
  • Jombang resmi menjadi kabupaten otonom
Struktur Pemerintahan Kolonial:
  • Dipimpin oleh Bupati (Regent)
  • Dibantu oleh pejabat Belanda (Asisten Residen)
  • Sistem pemerintahan campuran Jawa-Belanda
Bupati Pertama:
  • R.A.A. Sosrokusumo menjadi bupati pertama Jombang
  • Memerintah dengan sistem kolonial
  • Berperan penting dalam pembangunan awal

Pembangunan Infrastruktur

Di masa kolonial, Jombang mengalami perkembangan infrastruktur:
๐Ÿš‚ Jalur Kereta Api - Dibangun jalur kereta api Surabaya-Kertosono ๐Ÿ›ฃ️ Jalan Raya - Pembangunan jalan raya menghubungkan kota-kota ๐Ÿ›️ Gedung Pemerintahan - Kantor bupati dan instansi pemerintah ๐Ÿญ Pabrik Gula - Industri gula berkembang pesat ๐Ÿซ Sekolah - Pendirian sekolah-sekolah ala Eropa

Ekonomi di Masa Kolonial

Ekonomi Jombang bertumpu pada:
  • Perkebunan Tebu - Pabrik gula tersebar di berbagai wilayah
  • Pertanian Padi - Lumbung padi Jawa Timur
  • Tembakau dan Kopi - Komoditas ekspor
  • Perdagangan - Pasar tradisional berkembang

Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)

Perubahan Pemerintahan

Ketika Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, Jombang pun berada di bawah kekuasaan Jepang. Pada masa ini:
  • Nama-nama Belanda diganti dengan nama Indonesia/Jepang
  • Sistem pemerintahan disesuaikan dengan kebutuhan perang
  • Rakyat dimobilisasi untuk kepentingan perang (romusha)
  • Pendidikan dan pelatihan militer diberikan

Dampak Pendudukan Jepang:

Ekonomi:
  • Produksi pertanian difokuskan untuk kebutuhan perang
  • Kondisi ekonomi rakyat sangat sulit
  • Kelaparan dan kemiskinan meluas
Sosial-Politik:
  • Semangat nasionalisme dan kemerdekaan tumbuh
  • Para pemuda dilatih militer (PETA, Heiho)
  • Persiapan menuju kemerdekaan

Era Kemerdekaan dan Perjuangan

Proklamasi Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, semangat kemerdekaan juga menyebar ke Jombang. Para ulama, santri, dan rakyat Jombang turut serta dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Revolusi Fisik (1945-1949)

Jombang menjadi salah satu basis perjuangan dalam menghadapi Belanda yang ingin kembali:
Peran Ulama dan Santri:
  • Para kyai dan santri membentuk laskar perjuangan
  • Resolusi Jihad NU melahirkan semangat pertempuran Surabaya
  • Pertempuran melawan pasukan Belanda di berbagai tempat
Tokoh Pejuang Jombang:
  • KH. Hasyim Asy'ari (Pendiri NU, bermukim di Tebuireng, Jombang)
  • KH. Wahid Hasyim (Putra KH. Hasyim, tokoh nasional)
  • Para kyai dan ulama lainnya

Pertempuran Penting:

  • Pertempuran melawan NICA di Jombang
  • Pertahanan rakyat terhadap agresi militer Belanda
  • Diplomasi dan perjuangan diplomasi

Penetapan Sebagai Kabupaten Otonom (1950)

Setelah Pengakuan Kedaulatan

Setelah Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada Desember 1949, sistem pemerintahan di Indonesia mengalami penyesuaian.
๐Ÿ“… Tahun 1950:
  • Kabupaten Jombang ditetapkan sebagai bagian dari Negara Kesatuan RI
  • Sistem pemerintahan disesuaikan dengan UUD 1945
  • Bupati dipilih melalui proses demokratis

Undang-Undang No. 12 Tahun 1950

Pembentukan Kabupaten Jombang diperkuat dengan undang-undang:
Isi UU No. 12/1950:
  • Menetapkan Jombang sebagai kabupaten di Jawa Timur
  • Memberikan otonomi dalam pemerintahan
  • Menetapkan batas-batas wilayah
Struktur Pemerintahan:
  • Bupati sebagai kepala daerah
  • DPRD Kabupaten sebagai legislatif
  • Perangkat daerah yang mendukung

Bupati-Bupati Jombang

Daftar Bupati dari Masa ke Masa:

Era Kolonial:
  1. R.A.A. Sosrokusumo (1910-1920-an) - Bupati pertama
Era Kemerdekaan: 2. R. Soekardi (1950-an) 3. R. Soetjipto (1960-an) 4. Drs. H. Imam Wahyudi (1970-1980-an) 5. Drs. H. M. Nasir (1990-an) 6. Drs. H. Soekarwo (2000-an) 7. Nyono Suharli Wihandoko (2010-2015) 8. Mundjidah Wahab (2016-2021) 9. Hj. Mundjidah Wahab (2021-sekarang)

Perkembangan Wilayah dan Administrasi

Pembagian Administratif

Kabupaten Jombang terdiri dari:
Kecamatan:
  • 21 Kecamatan yang tersebar di seluruh wilayah
  • Meliputi wilayah perkotaan dan pedesaan
Desa/Kelurahan:
  • 302 Desa dan Kelurahan
  • Sistem pemerintahan desa yang otonom
Luas Wilayah:
  • Sekitar 1.159,35 km²
  • Wilayah yang subur dan strategis

Jombang sebagai Kota Santri

Pusat Pendidikan Islam

Jombang dikenal sebagai "Kota Santri" karena:
Pesantren-Pesantren Terkenal:
  • Pesantren Tebuireng - Didirikan KH. Hasyim Asy'ari (1899)
  • Pesantren Denanyar - Didirikan KH. Bisri Syansuri
  • Pesantren Tambakberas - Salah satu pesantren tertua
  • Pesantren Bahrul Ulum - Tambakberas
  • Dan ratusan pesantren lainnya
Pendiri Nahdlatul Ulama (NU):
  • KH. Hasyim Asy'ari mendirikan NU pada 1926 di Surabaya
  • Bermukim dan mengajar di Tebuireng, Jombang
  • Jombang menjadi basis utama NU
Kontribusi untuk Bangsa:
  • Melahirkan ulama-ulama besar
  • Berperan dalam perjuangan kemerdekaan
  • Kontribusi dalam pendidikan dan dakwah

Warisan Sejarah dan Budaya

Peninggalan Bersejarah

Jombang kaya akan warisan sejarah:
Era Hindu-Buddha:
  • Candi-candi dan situs arkeologis
  • Prasasti dan arca kuno
Era Islam:
  • Masjid-masjid kuno
  • Makam para ulama dan kyai
  • Pesantren-pesantren bersejarah
Era Kolonial:
  • Gedung-gedung tua peninggalan Belanda
  • Stasiun kereta api bersejarah
  • Pabrik gula kuno

Budaya dan Tradisi

Masyarakat Jombang memiliki budaya yang khas:
๐ŸŽญ Kesenian Tradisional - Wayang kulit, ludruk, reog ๐ŸŽช Tradisi Islam - Haul ulama, pengajian akbar ๐Ÿœ Kuliner Khas - Soto Jombang, nasi rawon, getuk pisang

Perkembangan Ekonomi dan Industri

Era Kolonial hingga Modern

Pertanian:
  • Lumbung padi Jawa Timur
  • Perkebunan tebu dan tembakau
  • Hortikultura dan tanaman pangan
Industri:
  • Industri gula (warisan kolonial)
  • Industri kecil dan menengah
  • Kerajinan dan UMKM
Pariwisata:
  • Wisata religi (pesantren dan makam ulama)
  • Wisata sejarah (situs kuno)
  • Wisata alam dan agro

Fakta-Fakta Menarik Kabupaten Jombang

Fakta Sejarah:

Hari Jadi: 1 Maret 1910 (berdasarkan Staatsblad 1910) ✅ Kota Santri: Pusat pesantren dan pendidikan Islam terbesar ✅ Basis NU: Tempat bermukimnya pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari ✅ Kota Tua: Salah satu kabupaten tertua di Jawa Timur

Fakta Geografis:

Luas: 1.159,35 km² ✅ Ibukota: Kecamatan Jombang ✅ Posisi: Di tengah-tengah Jawa Timur ✅ Tanah Subur: Dikelilingi gunung dan sungai

Fakta Demografi:

Populasi: Sekitar 1,3 juta jiwa (2026) ✅ Mayoritas: Muslim (santri dan abangan) ✅ Bahasa: Jawa dan Indonesia ✅ Pesantren: Lebih dari 300 pesantren

Tokoh-Tokoh Penting dari Jombang

Ulama dan Tokoh Agama:

  • KH. Hasyim Asy'ari - Pendiri NU, pendiri Pesantren Tebuireng
  • KH. Wahid Hasyim - Tokoh nasional, Menteri Agama
  • KH. Bisri Syansuri - Pendiri Pesantren Denanyar
  • KH. Yusuf Hasyim - Putra KH. Hasyim Asy'ari

Tokoh Nasional:

  • Abdurrahman Wahid (Gus Dur) - Presiden RI ke-4 (cucu KH. Hasyim Asy'ari, lahir di Jombang)
  • Yenny Wahid - Aktivis, putri Gus Dur

Jombang Masa Kini dan Masa Depan

Pembangunan Infrastruktur

Kabupaten Jombang terus berkembang dengan:
  • Pembangunan jalan dan jembatan
  • Pengembangan fasilitas pendidikan
  • Modernisasi pasar tradisional
  • Pembangunan pusat perbelanjaan

Pariwisata Religi

Jombang mengembangkan potensi wisata:
  • Wisata Religi - Pesantren dan makam ulama
  • Wisata Sejarah - Situs-situs bersejarah
  • Wisata Pendidikan - Studi banding pesantren
  • Wisata Kuliner - Makanan khas Jombang

Visi ke Depan

Kabupaten Jombang menargetkan menjadi:
  • Pusat pendidikan Islam terbaik di Indonesia
  • Kabupaten yang maju dan sejahtera
  • Destinasi wisata religi utama
  • Lumbung pangan Jawa Timur

Tantangan dan Peluang

Tantangan:

⚠️ Pelestarian Pesantren - Menjaga tradisi pesantren di era modern ⚠️ Pembangunan - Mengimbangi pertumbuhan penduduk ⚠️ Ekonomi - Meningkatkan kesejahteraan masyarakat ⚠️ Infrastruktur - Meningkatkan fasilitas publik

Peluang:

Pendidikan Islam - Potensi pesantren yang besar ✨ Pariwisata Religi - Daya tarik spiritual ✨ Pertanian - Tanah yang subur ✨ SDM - Masyarakat yang religius dan berpendidikan

Kesimpulan

Kabupaten Jombang memiliki sejarah yang panjang dan membanggakan. Dari era kerajaan Hindu-Buddha, penyebaran Islam, masa kolonial Belanda, hingga kemerdekaan Indonesia, Jombang telah melewati berbagai fase penting.
Perjalanan Sejarah Jombang:
๐Ÿ“œ Abad 10-15 - Era Kerajaan Hindu-Buddha (Medang, Kediri, Majapahit) ๐Ÿ“œ Abad 15-17 - Penyebaran Islam dan Kesultanan ๐Ÿ“œ Abad 18-1942 - Masa Kolonial Belanda ๐Ÿ“œ 1 Maret 1910 - Pembentukan Kabupaten Jombang (Staatsblad 1910) ๐Ÿ“œ 1942-1945 - Pendudukan Jepang ๐Ÿ“œ 1945-1949 - Revolusi Fisik dan Perjuangan Kemerdekaan ๐Ÿ“œ 1950-Sekarang - Kabupaten Otonom dalam NKRI
Warisan yang Harus Dijaga:
Pesantren - Pusat pendidikan Islam dan tradisi keilmuan ✅ Budaya Santri - Nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal ✅ Situs Sejarah - Peninggalan dari berbagai era ✅ Semangat Perjuangan - Jiwa para ulama dan pejuang
Jombang adalah bukti nyata bahwa Indonesia memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Dari kota santri inilah lahir ulama-ulama besar dan tokoh-tokoh bangsa yang berkontribusi besar bagi Indonesia.
Mari lestarikan warisan sejarah dan budaya Jombang untuk generasi mendatang!

Tags: #Jombang #KabupatenJombang #SejarahJombang #KotaSantri #JawaTimur #SejarahIndonesia #Pesantren #Tebuireng #NahdlatulUlama #KH_Hasyim_Asyari #BudayaJawa #Indonesia