Jumlah Kota di Pulau Sumatera

Asal Mula Berdirinya Kota Gresik: Jejak Sejarah Kota Pelabuhan Warisan Wali Songo

Sby, Senin 6 Juli 2026 - Ruana Sagita

Kota Gresik, yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia, menyimpan sejarah panjang yang sangat penting dalam perkembangan peradaban Nusantara. Sebagai salah satu kota tertua di Pulau Jawa, Gresik memiliki peran strategis sebagai pusat perdagangan internasional, pintu masuk Islam ke Jawa, dan warisan budaya dari para Wali Songo.
Artikel ini akan mengupas tuntas asal mula berdirinya Kota Gresik, mulai dari masa kerajaan Hindu-Buddha, era kejayaan Islam, masa kolonial, hingga perkembangan modern saat ini.

1. Etimologi: Asal Usul Nama "Gresik"

Nama "Gresik" memiliki beberapa versi sejarah yang menarik untuk dikaji:

Versi Pertama: "Geri Gisik"

Menurut beberapa sumber sejarah, nama Gresik berasal dari kata "Geri Gisik" yang dalam bahasa Jawa berarti "pinggir pantai" atau "tepi laut". Hal ini sangat sesuai dengan kondisi geografis Gresik yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa.

Versi Kedua: "Geris Kik"

Versi lain menyebutkan bahwa Gresik berasal dari kata "Geris Kik" yang berarti "tanah yang digerus" atau "tanah kapur". Ini merujuk pada kondisi tanah di Gresik yang banyak mengandung kapur dan bahan bangunan.

Versi Ketiga: "Gres Ing Kisma"

Ada pula yang mengartikan Gresik dari "Gres Ing Kisma" yang berarti "baru di bumi" atau "tanah baru", mengacu pada pemukiman baru yang didirikan para pedagang.

Catatan Sejarah:

Nama Gresik pertama kali tercatat dalam prasasti dan catatan pedagang asing pada abad ke-14 Masehi, saat kota ini mulai berkembang sebagai pelabuhan penting.

2. Masa Awal: Gresik Sebagai Pelabuhan Kuno (Abad 11-14)

Pelabuhan Perdagangan Internasional

Gresik telah menjadi pelabuhan penting sejak abad ke-11 Masehi, bahkan sebelum Islam masuk ke Jawa. Letaknya yang strategis di pesisir utara Jawa membuatnya menjadi titik persinggahan ideal bagi pedagang dari:
  • Tiongkok (Dinasti Song dan Ming)
  • India (Gujarat dan Benggala)
  • Arab dan Persia
  • Nusantara (Sumatera, Maluku, dan wilayah lainnya)

Komoditas Perdagangan:

Ekspor:
  • Beras
  • Lada dan rempah-rempah
  • Kayu jati
  • Garam
  • Ikan asin
Impor:
  • Kain sutra
  • Keramik
  • Manik-manik
  • Tembaga dan besi

Bukti Arkeologis:

Para arkeolog menemukan berbagai bukti yang menunjukkan kejayaan Gresik kuno:
  • Keramik Tiongkok dari Dinasti Song, Yuan, dan Ming
  • Koin-koin asing dari berbagai negara
  • Makam-makam kuno dengan batu nisan berukir
  • Sisa-sisa pelabuhan dan gudang perdagangan

3. Era Islam: Gresik Sebagai Pusat Penyebaran Islam (Abad 14-16)

Masuknya Islam ke Gresik

Gresik memegang peran sangat penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Kota ini menjadi salah satu pintu masuk Islam pertama ke Pulau Jawa melalui para pedagang Muslim.

Tokoh-Tokoh Penting:

A. Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik)

  • Wafat: 1419 M (822 H)
  • Julukan: Sunan Gresik, Syekh Maghribi
  • Asal: Persia (Iran) atau Gujarat, India
  • Peran: Wali Songo pertama yang menyebarkan Islam di Gresik
  • Makam: Located di Desa Gapura, Gresik (masih terjaga hingga kini)
Kontribusi Maulana Malik Ibrahim:
  • Mendirikan pesantren pertama di Gresik
  • Mengajarkan Islam dengan cara damai dan bijaksana
  • Membangun masjid pertama di Gresik
  • Menyembuhkan orang sakit sebagai sarana dakwah
  • Mengajarkan pertanian dan perdagangan yang baik

B. Sunan Giri (Raden Paku)

  • Lahir: Sekitar 1442 M
  • Wafat: 1506 M
  • Nama Asli: Raden Paku (Muhammad Ainul Yakin)
  • Hubungan: Cucu dari Maulana Malik Ibrahim
  • Pusat Dakwah: Bukit Giri, Gresik
Kontribusi Sunan Giri:
  • Mendirikan Kerajaan Islam Giri Kedaton
  • Membangun pesantren Giri yang menjadi pusat pendidikan Islam terbesar
  • Menciptakan tembang dolanan anak (seperti Cublak-Cublak Suweng, Lir-Ilir)
  • Mengembangkan dakwah melalui seni dan budaya
  • Menjadi mufti (pemimpin agama) untuk wilayah Jawa dan Nusantara

C. Fatimah binti Maulana Malik Ibrahim

  • Putri dari Maulana Malik Ibrahim
  • Menikah dengan Ibrahim Zainuddin Al-Akbar
  • Ibu dari Sunan Giri
  • Berperan dalam pendidikan Islam untuk perempuan

Giri Kedaton: Kerajaan Islam di Gresik

Sejarah:
  • Didirikan oleh Sunan Giri pada abad ke-15
  • Berpusat di Bukit Giri, sekitar 5 km dari kota Gresik
  • Merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa Timur
  • Menjadi pusat penyebaran Islam ke seluruh Nusantara
Pengaruh:
  • Wilayah kekuasaan meliputi Jawa Timur, Madura, Lombok, dan Maluku
  • Hubungan diplomatik dengan Kesultanan Demak, Cirebon, dan Banten
  • Pusat pendidikan Islam yang attracting santri dari berbagai daerah
Peninggalan:
  • Makam Sunan Giri (masih diziarahi hingga kini)
  • Masjid Giri yang bersejarah
  • Benteng Giri Kedaton (sisa-sisa struktur)
  • Naskah-naskah kuno dan manuskrip Islam

4. Gresik di Bawah Kesultanan Demak dan Mataram (Abad 16-17)

Era Kesultanan Demak

Pada awal abad ke-16, Gresik menjadi bagian dari Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa:
Peran Gresik:
  • Pelabuhan utama Demak untuk perdagangan internasional
  • Basis kekuatan maritim dan ekonomi
  • Pusat produksi beras dan garam
Tokoh Penting:
  • Raden Patah (Sultan Demak pertama) memiliki hubungan erat dengan Sunan Giri
  • Para adipati Gresik mendukung penyebaran Islam di Jawa

Era Kesultanan Mataram

Pada abad ke-17, Gresik masuk dalam wilayah Kesultanan Mataram:
Perubahan Penting:
  • Gresik tetap menjadi pelabuhan penting
  • Perdagangan terus berkembang di bawah pengawasan Mataram
  • Pengaruh Islam semakin kuat dalam pemerintahan dan masyarakat

5. Masa Kolonial Belanda (Abad 17-20)

Kedatangan VOC

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) mulai menguasai Gresik pada abad ke-17:
Tahun Penting:
  • 1619: VOC mendirikan markas di Batavia (Jakarta)
  • 1677: VOC mulai menguasai pesisir utara Jawa termasuk Gresik
  • 1743: Gresik resmi berada di bawah kekuasaan VOC
Dampak Penjajahan VOC:
  • Monopoli perdagangan rempah-rempah
  • Pelabuhan Gresik dikontrol ketat
  • Rakyat dipaksa menjual hasil bumi dengan harga murah
  • Pembangunan infrastruktur untuk kepentingan VOC

Era Pemerintahan Hindia Belanda

Setelah VOC bangkrut (1799), Gresik berada di bawah pemerintahan langsung Hindia Belanda:
Perubahan Administrasi:
  • Gresik menjadi kabupaten (regentschap)
  • Dipimpin oleh Bupati yang ditunjuk Belanda
  • Masuk dalam Karesidenan Surabaya
Pembangunan:
  • Jalan raya dan jembatan
  • Pelabuhan modern
  • Pabrik gula dan industri
  • Sekolah-sekolah (terbatas untuk elite)
Perlawanan Rakyat:
  • Berbagai pemberontakan melawan Belanda
  • Perlawanan para ulama dan kyai
  • Gerakan bawah tanah untuk kemerdekaan

6. Masa Kemerdekaan dan Perkembangan Modern (1945-Sekarang)

Era Kemerdekaan

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945:
  • Gresik menjadi bagian dari Republik Indonesia
  • Rakyat Gresik berjuang mempertahankan kemerdekaan
  • Bergabung dalam berbagai laskar perjuangan

Perkembangan Administratif

Timeline Penting:
  • 1950: Gresik menjadi kabupaten di Provinsi Jawa Timur
  • 1974: Pembangunan Pabrik Semen Gresik (sekararng Semen Indonesia)
  • 1997: Gresik menjadi kota administratif
  • 2000-an: Pengembangan kawasan industri

Gresik Modern

Fakta Gresik Saat Ini:
Geografis:
  • Luas Wilayah: Sekitar 1.188 km²
  • Lokasi: Pesisir utara Jawa Timur
  • Batas: Laut Jawa (utara), Surabaya (selatan), Lamongan (barat), Sidoarjo (timur)
Demografi:
  • Penduduk: Sekitar 1,5 juta jiwa
  • Mayoritas: Suku Jawa dan Madura
  • Agama: Islam (mayoritas), Kristen, Katolik, Hindu, Buddha
Ekonomi:
  • Industri: Semen, pupuk, kimia, tekstil
  • Pertanian: Padi, jagung, tebu
  • Perikanan: Tambak udang dan bandeng
  • Perdagangan: Pasar tradisional dan modern
Pariwisata:
  • Wisata Sejarah: Makam Sunan Giri, Makam Fatimah binti Maimun
  • Wisata Religi: Masjid-masjid kuno
  • Wisata Alam: Pantai Delegan, Pulau Bawean
  • Wisata Budaya: Kampung Arab, Kampung Keling

7. Peninggalan Sejarah dan Budaya Gresik

Situs-Situs Bersejarah:

A. Makam Maulana Malik Ibrahim

  • Lokasi: Desa Gapura, Gresik
  • Tahun: 1419 M
  • Arsitektur: Perpaduan Jawa dan Islam
  • Status: Cagar budaya nasional

B. Makam dan Masjid Sunan Giri

  • Lokasi: Bukit Giri, Kebomas, Gresik
  • Kompleks: Makam, masjid, bekas pesantren
  • Fungsi: Tempat ziarah dan wisata religi

C. Makam Fatimah binti Maimun

  • Tahun: 1082 H (1671 M)
  • Salah satu makam Islam tertua di Jawa
  • Bukti awal keberadaan Islam di Gresik

D. Masjid Jami' Gresik

  • Didirikan abad ke-15
  • Arsitektur: Perpaduan Jawa, Arab, dan Tiongkok
  • Masih berfungsi hingga kini

E. Kampung Arab dan Kampung Keling

  • Bekas pemukiman pedagang Arab dan India
  • Arsitektur rumah tradisional yang unik
  • Bukti akulturasi budaya

Tradisi dan Budaya:

Tradisi Keagamaan:
  • Haul Sunan Giri: Peringatan wafat Sunan Giri setiap tahun
  • Ziarah kubur: Tradisi mengunjungi makam leluhur
  • Pengajian dan tabligh akbar
Seni dan Budaya:
  • Tembang dolanan: Warisan Sunan Giri
  • Wayang kulit: Media dakwah Islam
  • Hadrah dan rebana: Musik religius
  • Tari tradisional: Tari Seblang, Tari Gandrung
Kuliner Khas:
  • Otak-otak bandeng: Ikan bandeng tanpa tulang
  • Pudak: Kue tradisional dari ketan
  • Sambel gorang: Sambal khas Gresik
  • Nasi rawon: Sup daging hitam khas Jawa Timur

8. Peran Gresik dalam Perkembangan Islam di Nusantara

Pusat Pendidikan Islam

Gresik menjadi pusat pendidikan Islam terpenting di Jawa:
Pesantren Giri:
  • Didirikan Sunan Giri abad ke-15
  • Santri datang dari berbagai daerah: Jawa, Madura, Lombok, Maluku, bahkan Thailand Selatan
  • Kurikulum: Al-Quran, Hadits, Fiqih, Tasawuf, Bahasa Arab
  • Lulusan menjadi dai dan ulama di berbagai daerah

Jaringan Dakwah

Dari Gresik, Islam menyebar ke:
  • Jawa Timur: Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo
  • Madura: Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan
  • Nusa Tenggara: Lombok, Sumbawa
  • Maluku: Ternate, Tidore, Hitu
  • Kalimantan: Banjarmasin, Kutai
  • Sulawesi: Gowa, Bone

Metode Dakwah

Para Wali di Gresik menggunakan metode dakwah yang unik:
  1. Pendekatan Damai: Tanpa kekerasan
  2. Akulturasi Budaya: Menyesuaikan dengan budaya lokal
  3. Pendidikan: Melalui pesantren dan sekolah
  4. Perdagangan: Jaringan pedagang Muslim
  5. Pernikahan: Hubungan kekerabatan antar elit
  6. Seni dan Sastra: Tembang, wayang, sastra

9. Tokoh-Tokoh Penting dalam Sejarah Gresik

Ulama dan Wali:

  1. Maulana Malik Ibrahim (w. 1419)
    • Wali Songo pertama
    • Perintis Islam di Gresik
  2. Sunan Giri (1442-1506)
    • Pendiri Giri Kedaton
    • Penyebar Islam di Jawa Timur
  3. Fatimah binti Maimun
  • Wanita suci abad ke-11
  • Salah satu Muslim awal di Jawa
  1. Raden Paku (Sunan Giri muda)
  • Pemimpin spiritual dan politik

Tokoh Kolonial dan Modern:

  • Para Bupati Gresik sejak era Belanda
  • Pahlawan kemerdekaan dari Gresik
  • Ulama kontemporer yang terus mengembangkan Islam

10. Gresik di Era Globalisasi: Tantangan dan Peluang

Tantangan:

  1. Industrialisasi: Dampak lingkungan dan sosial
  2. Urbanisasi: Perpindahan penduduk ke kota
  3. Globalisasi: Pergeseran nilai budaya
  4. Kerusakan Situs: Kurangnya pelestarian
  5. Polusi: Dari industri dan transportasi

Peluang:

  1. Wisata Religi: Potensi ziarah dan wisata sejarah
  2. Ekonomi Syariah: Pengembangan bisnis halal
  3. Pendidikan Islam: Pesantren modern
  4. Industri Kreatif: Berbasis budaya lokal
  5. Teknologi: Digitalisasi UMKM

Upaya Pelestarian:

Pemerintah dan Masyarakat:
  • Restorasi situs-situs bersejarah
  • Festival budaya dan religi
  • Pendidikan sejarah di sekolah
  • Dokumentasi naskah kuno
  • Pengembangan museum dan pusat informasi

Kesimpulan

Kota Gresik memiliki sejarah yang sangat kaya dan penting dalam peradaban Nusantara:

Warisan Sejarah:

Pelabuhan kuno yang menjadi pusat perdagangan internasional
Pintu masuk Islam pertama ke Pulau Jawa
Pusat penyebaran Islam melalui Wali Songo
Kerajaan Islam Giri Kedaton yang berpengaruh
Pendidikan Islam melalui pesantren

Nilai-Nilai Luhur:

Toleransi dan akulturasi budaya
Dakwah damai tanpa kekerasan
Pendidikan sebagai prioritas
Jaringan global melalui perdagangan
Kepemimpinan spiritual dan politik

Pelajaran untuk Generasi Muda:

Sejarah Gresik mengajarkan kita tentang:
  1. Pentingnya pendidikan dan ilmu pengetahuan
  2. Kekuatan diplomasi dan perdagangan
  3. Nilai toleransi dalam keberagaman
  4. Semangat dakwah dengan cara yang bijak
  5. Pelestarian budaya dan warisan leluhur

Harapan untuk Masa Depan:

Gresik harus terus:
  • Melestarikan situs bersejarah untuk generasi mendatang
  • Mengembangkan wisata religi dan budaya
  • Memperkuat ekonomi berbasis syariah dan UMKM
  • Meningkatkan kualitas pendidikan Islam
  • Menjaga identitas sebagai kota Wali Songo

Gresik bukan sekadar kota industri modern, tetapi juga kota bersejarah yang telah memberikan kontribusi besar bagi peradaban Islam di Nusantara. Mari kita lestarikan warisan luhur ini untuk generasi mendatang!

Referensi:
  • Babad Tanah Jawi
  • Hikayat Giri Kedaton
  • Prasasti dan naskah kuno Gresik
  • Catatan pedagang Tiongkok dan Arab
  • Penelitian arkeologi dan sejarah
  • Buku "Sejarah Gresik" oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Jurnal sejarah Islam Nusantara

Tag: #SejarahGresik #KotaGresik #WaliSongo #SunanGiri #MaulanaMalikIbrahim #IslamJawa #SejarahIndonesia #BudayaNusantara #GiriKedaton #WisataReligi