Jumlah Kota di Pulau Sumatera

Di Mana Pusat Kota Kerajaan Majapahit - Mengungkap Lokasi Ibu Kota Kerajaan Terbesar di Nusantara

Sby, Juli 2026
Di Mana Pusat Kota Kerajaan Majapahit? Mengungkap Lokasi Ibu Kota Kerajaan Terbesar di Nusantara
Temukan lokasi pusat kota Kerajaan Majapahit di Trowulan, Mojokerto. Simak bukti arkeologis, sejarah kejayaan, dan warisan kerajaan terbesar Nusantara ini.
Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terkuat dalam sejarah Nusantara. Namun, di mana sebenarnya pusat kota kerajaan ini berada? Mari kita ungkap lokasi dan fakta menarik tentang ibu kota kerajaan yang pernah menguasai sebagian besar wilayah Asia Tenggara ini.

Lokasi Pusat Kota Majapahit: Trowulan, Jawa Timur

Pusat kota Kerajaan Majapahit terletak di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Lokasi ini telah ditetapkan sebagai situs arkeologi terpenting yang menjadi bukti kejayaan kerajaan Hindu-Buddha yang berdiri dari tahun 1293 hingga 1527 Masehi ini.
Trowulan terletak sekitar 12 kilometer sebelah tenggara kota Mojokerto dan sekitar 50 kilometer dari Surabaya. Kawasan ini membentang seluas kurang lebih 100 kilometer persegi dan menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, serta kebudayaan pada masa kejayaan Majapahit.

Bukti Arkeologis di Trowulan

Situs Trowulan menyimpan kekayaan peninggalan arkeologis yang luar biasa. Berbagai temuan penting telah ditemukan di lokasi ini, antara lain:
Candi Bentar dan Wringin Lawang Gerbang paduraksa yang megah menjadi salah satu ikon situs Trowulan. Wringin Lawang adalah gerbang belah yang terbuat dari batu bata merah khas arsitektur Majapahit. Gerbang ini diperkirakan menjadi pintu masuk ke area penting dalam pusat kota.
Bajang Ratu Candi ini merupakan gerbang bertingkat yang sangat megah dengan ukiran relief yang masih terawat hingga kini. Bajang Ratu diperkirakan menjadi pintu masuk ke area keraton atau tempat tinggal keluarga kerajaan.
Kolam Segaran Kolam raksasa berukuran 375 x 175 meter ini merupakan bukti kecanggihan sistem tata air Majapahit. Kolam Segaran diperkirakan digunakan untuk upacara keagamaan, tempat rekreasi keluarga kerajaan, atau sebagai penampungan air.
Pondasi Bangunan Berbagai fondasi bangunan dari batu bata merah telah ditemukan, termasuk fondasi keraton, tempat ibadah, dan bangunan-bangunan penting lainnya.

Deskripsi Pusat Kota Majapahit Menurut Prasasti dan Catatan Sejarah

Berdasarkan prasasti-prasasti yang ditemukan dan catatan para musafir asing, pusat kota Majapahit digambarkan sebagai kota yang sangat maju dan teratur. Kota ini memiliki:
Sistem Tata Kota yang Modern Pusat kota Majapahit dirancang dengan sistem tata kota yang sangat terencana. Terdapat jalan-jalan lurus yang saling berpotongan membentuk grid, sistem saluran air yang canggih, dan pembagian zona yang jelas antara area keraton, perdagangan, dan permukiman.
Pelabuhan yang Ramai Majapahit memiliki pelabuhan penting di muara Sungai Brantas yang menghubungkan kota ini dengan berbagai wilayah di Nusantara dan mancanegara. Pedagang dari Tiongkok, India, Arab, dan berbagai negara lain berdatangan ke pelabuhan ini, menjadikan Majapahit sebagai pusat perdagangan internasional.
Keraton yang Megah Pusat pemerintahan Majapahit dipimpin oleh keraton yang megah dengan arsitektur Jawa klasik. Keraton ini menjadi pusat kekuasaan raja-raja Majapahit, termasuk raja terkenal Hayam Wuruk yang didampingi patih agung Gajah Mada.

Masa Kejayaan dan Warisan Majapahit

Pada masa kejayaannya di abad ke-14, pusat kota Majapahit menjadi salah satu kota terpenting di Asia Tenggara. Di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk (1350-1389) dan Patih Gajah Mada, Majapahit berhasil menguasai wilayah yang sangat luas, mencakup sebagian besar wilayah Indonesia modern, Malaysia, Singapura, dan Filipina selatan.
Sumpah Palapa yang diucapkan Gajah Mada menjadi simbol ambisi Majapahit untuk menyatukan Nusantara. Dari pusat kota di Trowulan inilah, pemerintahan Majapahit mengelola kerajaan maritim terbesar dalam sejarah Indonesia.

Situs Trowulan Saat Ini

Kini, Situs Trowulan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dan menjadi destinasi wisata sejarah yang penting. Pemerintah Indonesia melalui Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) terus melakukan upaya pelestarian dan penelitian di situs ini.
Pengunjung dapat melihat berbagai peninggalan bersejarah, termasuk:
  • Museum Situs Trowulan yang menyimpan koleksi artefak
  • Berbagai candi dan gerbang kuno
  • Kolam Segaran yang telah direnovasi
  • Area ekskavasi yang masih berlangsung

Pentingnya Melestarikan Warisan Majapahit

Pusat kota Majapahit di Trowulan bukan hanya sekadar situs arkeologi, tetapi juga simbol kejayaan peradaban Nusantara di masa lampau. Situs ini menjadi bukti bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki peradaban yang maju, sistem pemerintahan yang teratur, dan kemampuan arsitektur yang luar biasa.
Dengan melestarikan Situs Trowulan, kita turut menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa untuk generasi mendatang. Situs ini juga menjadi sumber pembelajaran penting tentang kejayaan masa lalu yang dapat menginspirasi generasi muda Indonesia.

Kesimpulan

Pusat kota Kerajaan Majapahit terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. Lokasi ini telah terbukti melalui berbagai temuan arkeologis dan catatan sejarah. 
Dari sinilah, Kerajaan Majapahit pernah menjadi kekuatan maritim terbesar di Nusantara dan meninggalkan warisan budaya yang tak ternilai hingga kini.
Kunjungi Situs Trowulan untuk menyaksikan sendiri kejayaan masa lalu bangsa Indonesia dan rasakan bagaimana peradaban besar pernah berdiri megah di tanah Jawa ini.
Keywords: pusat kota Majapahit, Trowulan, Kerajaan Majapahit, situs arkeologi Majapahit, Mojokerto, ibu kota Majapahit, sejarah Majapahit, Candi Bajang Ratu, Kolam Segaran, Wringin Lawang, Jawa Timur
Semoga bermanfaat.